Program Penguatan Umat Danny-Fatma Disambut Suka Cita Pendeta Gereja

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM – Program penguatan umat yang ditawarkan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 1 Pilkada Makassar 2020, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma), terus mendapat apresiasi dan dukungan masyarakat. Bagi warga, menjaga toleransi keberagaman sudah terbukti di era kepemimpinan Danny Pomanto.

“Saya sebagai guru Sekolah Minggu sangat mendukung. Menjadi suka cita bagi kami. Terima kasih kami ucapkan,” kata Tomy Suriadi Husni, salah satu guru Sekolah Minggu dalam kampanye tatap muka Fatma dengan warga dan tokoh masyarakat di Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Rabu (28/10/2020).

Tomy yang juga pendeta gereja Pentakosta ini mengatakan, program penguatan umat Danny-Fatma menunjukkan bahwa pasangan yang diusung dan didukung Partai NasDem, Gerindra, Gelora, dan PBB ini sangat paham dengan pluralisme di Kota Makassar.

“Program penguatan umat ini bukan hanya positif untuk yang seiman dengan kami, tetapi juga yang lain. Ini bagus sekali. Khususnya kepada para guru Sekolah Minggu untuk meningkatkan kinerjanya masing-masing,” ucap Tomy.

Tomy mengungkapkan, Danny Pomanto saat menjadi wali kota Makassar periode 2014-2019 juga telah menunjukkan perhatiannya kepada umat beragama. “Untuk Sekolah Minggu itu ada dana yang diberikan setiap tahun. Ada juga wisata religi untuk pendeta ke Yerusalem. Bukti bahwa memang Pak Danny ada untuk warga,” ucap Tomy.

Sementara itu, Fatma dalam orasi politiknya di depan peserta kampanye mengatakan, telah banyak program yang telah berhenti begitu Danny Pomanto tidak lagi menjabat Wali Kota Makassar. Itu termasuk di bidang keumatan, yang salah satunya adalah pengajian di lorong.

“Apa yang baik-baik mesti dilanjutkan. Saya mohon doa, restu, dan dukungan ta semua untuk memenangkan ADAMA’. Karena kita semua pasti setuju, Makassar tidak boleh mundur lagi,” ucap Anggota DPR RI periode 2014-2019.

Fatma juga menekankan agar warga benar-benar mencermati program serta visi dan misi setiap kandidat Pilkada Makassar 2020. Jangan sampai, kata Fatma, program yang ditawarkan mengada-ada bahkan tidak masuk akal.

“Lihat baik-baik ki programnya. Jangan mudah percaya karena kadang ada yang datang bawa program tidak masuk akal. Saya bersama Pak Danny lebih mengedepankan bukti, bukan janji. Program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saya percaya kita sebagai pemilih cerdas, tidak mudah percaya dengan janji-janji palsu,” beber Fatma. (*)