GN Sulsel Kecam Penerapan PSBB di Gowa

Ketua Garda Nusantara Sulsel Arianto Burhan Makka

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Senin (4/5) lalu, hingga dua pekan mendatang.

Namun penerapan PSBB tersebut di kecam oleh sejumlah pihak, salah satunya datang dari Organisasi Kemasyarakatan, Garda Nusantara Sulawesi Selatan

Ketua Besar Garda Nusantara Sulsel Arianto Burhan Makka (ABM) mengatakan semenjak diberlakukannya PSBB, seluruh akses masuk ke Kabupaten Gowa sempat ditutup

“Jadi jalan yang menghubungkan daerah lain dengan Kabupaten Gowa sempat ditutup dan menimbulkan kemacetan karena terjadi penumpukan kendaraan yang panjang,” kata ABM, kemarin.

Penjagaan ketat oleh sejumlah petugas kepolisian terus menghalau kendaraan yang hendak melintas, sementara Kabupaten Gowa menghubungkan beberapa daerah lainnya di Sulsel

Sementara, lanjut ABM PSBB hanya membatasi aktivitas tertentu di wilayah yang diduga terinfeksi covid-19 guna mencegah penyebarannya.

“Masyarakat masih bisa menjalankan aktivitasnya sehari hari karena PSBB itu bukan lockdown yang secara teknis diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No.9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB sebagai Percepatan Penanganan COVID-19,” ungkapnya

Olehnya, ABM meminta pihak Pemkab Gowa dan Provinsi untuk tidak menutup akses jalan selama PSBB agar aktivitas perekonomian daerah lain tidak terganggu

“Kalau jalan ditutup dapat menganggu kestabilan bahan pokok di daerah lain, karena bahan pokok yang akan dipasok ke daerah seperti Takalar, Jeneponto dan daerah lainnya harus melewati perbatasan gowa,” terangnya

Sehingga, kata ABM lockdown berkedok PSBB yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa bisa memicu kenaikan harga bahan pokok di daerah daerah tetangga

“Kita ingatkan Pemkab Gowa bahwa PSBB itu bukan lockdown yang menjadikan gowa sebagai daerah tertutup. Selama mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker semua masyarakat bisa masuk dan melintas di Kabupaten Gowa,” pungkasnya. (*/nra)