Gubernur Minta Perayaan HUT Takalar dan Hari Kebudayaan Ditunda

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Gubernur Sulawesi Selatan, Prof H.M. Nurdin Abdullah, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) dengan seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) di Sulsel.

Nurdin Abdullah mengatakan, pertemuan ini merupakan sebuah langkah serius untuk mencegah terjangkitnya Covid-19 di Sulsel. Dimana pemerintah pusat melalui himbauan Presiden Republik Indonesia memutuskan untuk libur selama dua minggu.

“Saya meminta pandangan kepada kita semua terutama soal libur sekolah dan yang kedua soal kerja di rumah,” kata Nurdin Abdullah saat membuka rapat Forkopimda, di Hotel Four Point by Sheraton, Senin, (16/3/2020).

Ia meminta secara bertahap untuk memutuskan bersama bagaimana langkah Pemerintah Sulsel dan seluruh Forkopimda untuk menghadapi situasi ini.

Dimana, saat ini Indonesia sudah mencapai 117 orang telah terjangkit virus Corona atau Covid-19 ini.

Adapun langkah-langkah secara tehnis yang dapat dilakukan Pemprov Sulsel dengan Forkopimda yang pertama menunda semua kegiatan yang mendatangkan orang dari luar Sulsel.

Kedua, semua kegiatan yang berkaitan dengan pertemuan secara massal ditunda untuk sementara.

“Hari Jadi termasuk Takalar besok kita minta untuk ditunda, untuk hari budaya kita tunda juga. Sebisa mungkin kita mencegah virus Corona dengan tidak melakukan pertemuan di tempat yang berkerumunan,” jelasnya.

Pada pertemuan ini juga membahas mengenai bagaimana mengatasi kebutuhan pangan masyarakat Sulsel.

Menurut Nurdin Abdullah, sampai saat ini Sulsel masih aman untuk pangan, meskipun khusus untuk gula pasir agak langka.

“Kita tegaskan agar tidak ada masyarakat yang sengaja untuk memborong semua bahan pangan, sehingga bisa menyebabkan kelangkaan bahan sembako,” urainya.

Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Dr. dr. Khalid Saleh, Sp, mengaku, pihaknya banyak melakukan kegiatan edukasi baik kepada pasien maupun keluarga pasien bagaimana menghadapi Covid-19, khususnya di Sulsel.

“Kami banyak melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga pasien, dan hasilnya bisa dilakukan secara keseluruhan di rumah sakit lain,” tambahnya.

Khalid Saleh menegaskan, sampai saat ini belum ada satupun pasien corona di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Khalid Saleh juga meminta kepada Pemprov Sulsel agar menambah persediaan APD di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. “Tapi kami tetap stand by tim medis dan Alat Pelindung Diri (APD),” ujarnya.

Diketahui, hadir pada pertemuan tersebut Ketua DPRD Sulsel, Kajati Sulsel, Kapolda Sulsel, Ketua KPUD Sulsel, Ketua Bawaslu Sulsel, Kodam XIV Hasanuddin, Pj Wali Kota Makassar, Kadis Kesehatan Sulsel, Plt Kadis Pendidikan Sulsel, Kadis Sosial Sulsel, Kadisnaker Sulsel, Kadis Kominfo Sulsel dan Biro Administrasi Pimpinan Sulsel. (Rls)