Polisi Bakal Gelar Perkara Kasus Dugaan Penggelapan Oleh Pengusaha Batubara di Maros

LIPUTAN8.COM, Maros – Kasus dugaan penggelapan yang diduga dilakukan AK, salah satu pengusaha batubara di kabupaten Maros masih terus bergulir di Satuan Reskrim Polres Maros.

Eto Amiruddin melaporkan AK karena diduga melakukan penjualan batubara ke pihak lain tanpa sepengetahuan pelapor, Eto Amiruddin. Penjualan tersebut kata Eto, telah melanggar perjanjian yang telah disepakati bersama yang tertuang dalam perjanjian kerjasama pengelolaan stockpile batubara tertanggal 6 Februari 2019.

“Saya dan AK ada perjanjian kerjasama pengelolaan stokpile batubara. Dalam perjanjian itu ada poin-poin yang telah disepakati bersama,” kata Eto Amiruddin kepada awak media beberapa waktu lalu.

Eto mengatakan, atas penjualan ratusan ton batubara itu, ia mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Saya rugi ratusan juta rupiah, karena ratusan ton batubara yang dijual AK itu dikembalikan karena tidak sesuai kwalitas yang diminta,”jelas Eto Amiruddin.

Dari data yang dihinpun, penyidik Satreskrim Polres Maros dalam laporan tersebut telah melakukan pemanggilan terhadap terlapor untuk dimintai keterangan. Bukan hanya terlapor, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap staf dari perusahaan yang dipimpin oleh AK.

“Terlapor sudah kita berikan surat panggilan akan tetapi belum memenuhi panggilan itu. Untuk staf AK, sudah ada yang kita periksa,” kata Kanit IV Satreskrim Polres Maros, Iptu Acang Suryana saat dikonfirmasi tanggal 9 Desember 2019, lalu.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Donna Briadi mengungkapkan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan dalam laporan dugaan penggelapan yang dilaporkan oleh Eto Amiruddin.

“Masih Lidik, tunggu gelar nanti, dapat dinaikkan sidik atau tidak. Makanya masih ada pemeriksaan lagi,” kata Iptu Donna Briadi saat dikonfirmasi, Jumat 20 Desember 2019, lalu.

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Aura