Polisi Diminta Netral Dalam Menyikapi Persoalan Pasar Butung

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Tindakan kepolisian dalam menangani aksi pedagang Pasar Butung di kawasan pusat grosir Butung, Rabu (30/10), mendapat sorotan dari salah satu pedagang.

H. Lau, misalnya meminta pihak Polres Pelabuhan netral dalam mengawal persoalan yang selama ini kisruh terkait kepengurusan antara pihak KSU Bina Duta versi Anwar dan versi Andre,

“Seharusnya pihak Polres disini harus netral, tidak boleh ada keberpihakan kepada Andre. Cs, kami melakukan aksi ini bukan cari ribut,” ujarnya.

Menurut Haji Lau, kepengurusan Andri Cs ini sudah diputuskan oleh pengadilan berdasarkan surat penetapan ketua Pengadilan Negeri Makassar Nomor: 83/pen.pdt.G/2019/PN. Mks.

“Andri Cs disini bukan pengurus pasar butung yang sah, dan ini sudah diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar, pada hari Senin tanggal 14 Oktober 2019 lalu,” sebutnya.

Dalam unjuk rasa menentang pengurus tersebut para pedagang yang berjumlah puluhan ini mendapat perlakuan kasar oleh aparat kepolisian.

“Polisi itu harus netral, masak kami pedagang, diusir oleh aparat. Ini tidak adil namanya,” kesal H. Lau.

Selaku pengayom dan pelindung masyarakat, seharusnya keberpihakan Polres Pelabuhan itu kembali ke porsinya harus netral, dan marilah kita kawal persoalan ini secara terbuka.

“Seharusnya pihak polres harus bekerja secara profesional,” ketus H. Lau yang mendapat aplaus dari para pedagang lainnya.

Diketahui, puluhan pedagang melakukan aksi unjuk rasa di pusat grosir butung dilantai 2, siang tadi.

Dalam aksinya para pedagang tersebut menuntut ke pengurus untuk segera mengosongkan kantor yang selama ini dikuasai oleh Andri Cs, namun tiba tiba mendapat perlawanan aksi dari kubu pengurus. (Rls)