Jelang Paripurna Angket, Koalisi Rakyat Sulsel Keluarkan Pernyataan Bersama

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Sehari menjelang keluarnya rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Sulsel, kumpulan masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Rakyat Kecil membuat pernyataan sikap.

Pernyataan tersebut dilahirkan dalam diskusi pada sebuah Warkop di Makassar, Kamis (15/08/2019).

Isi pernyataan sikap tersebut berbunyi:

Menyikapi atmosfir politik di Sulawesi Selatan yang agak memanas terkait proses hak angket yang berjalan di DPRD Sulsel, kami rakyat pinggiran menyampaikan pernyataan bersama:

1. Meminta Pansus Angket dan seluruh anggota DPRD Sulsel agar berpikir komprehensif dalam menyelesaikan persoalan terkait penggunaan hak angket terhadap gubernur Sulsel.

2. Meminta Pansus Angket dan segenap anggota DPRD Sulsel agar tidak menutup mata terhadap program dan pembangunan yang berjalan di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel, Prof Dr Nurdin Abdullah. Sebut misalnya pembangunan jalan ke Seko di Luwu Utara yang selama ini terisolasi, pengadaan ambulans laut untuk warga di pulau dan beberapa program lainnya.

3. Soal pengangkatan pejabat yang di-SK-kan Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman yang menjadi salah satu alasan menggulirkan hak angket, sesungguhnya sudah kelir saat lima Kementerian turun langsung menyelesaikannya. SK itu juga sudah dianulir dan dibuatkan SK baru yang ditandatangani gubernur.

4. Mengajak seluruh elemen masyarakat di Sulsel untuk bersama-sama mengawal pemerintahan Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman dalam upaya meningkatkan kesejahreraan rakyat.

Seorang perwakilan Koalisi Rakyat Kecil, Mursalim Dg Awing, meminta dewan khususnya Pansus Hak Angket berpikir jernih. Saat ini, gubernur tengah berjuang untuk memaksimalkan kinerja dalam melakukan perbaikan menuju Sulsel lebih baik.

Mursalim melihat, sorotan terhadap kepemimpinan Gubernur, HM Nurdin Abdullah yang baru belum cukup setahun ini cukup kencang. Sementara, dalam waktu yang cukup singkat tersebut, sudah banyak gebrakan yang telah dibuat.

Di antaranya program infrastruktur yang digenjot cukup massif. Jalur Seko yang selama Indonesia merdeka tak pernah tersentuh, sudah dalam proses perbaikan sehingga diperkirakan tiga hingga empat bulan ke depan, tidak ada lagi istilah ojek termahal yang melayani rute tersebut.

Selain itu, NA juga saat ini memberi perhatian terhadap pembangunan di Luwu Raya, Toraja, Selayar, Pangkep karena di sana banyak potensi yang belum tergali. Serta masih banyak lagi.

Program ambulans baik darar maupun laut, serta penyediaan infrastruktur kesehatan seperti mendirikan rumah sakit sedang digenjot. Serta masih banyak lagi.

Salah seorang peserta diskusi lainnya, Arifuddin Lewa mengemukakan, dari informasi yang berkembang, memang ada arus besar yang bermain dalam hak angket DPRD Sulsel.

Dia berharap, anggota DPRD, khususnya Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket berpikir jernih dan obyektif dalam mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi.

Diapun mengajak masyarakat Sulsel, khususnya para relawan dan pejuang NA berdoa agar rekomendasi yang keluar nantinya murni tanpa ada tendensi atau kepentingan yang berasal dari luar.

Anggota koalisi lainnya, Ifan berharap dewan bisa membuat keputusan yang mengarah pada kepentingan masyarakat luas.

“Kita perpikir soal efek yang ditimbulkan dari keputusan tersebut. Niat dan kemauan kita semua baik. Ingin melihat Sulsel kondusif dan lebih baik lagi,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, hadir perwakilan masyarakat dari hampir wilayah pada 24 kabupaten/kota. Termasuk perwakilan relawan NA. (**)