Polda Sulsel Kembali Tetapkan Tersangka Baru Kasus Abu Tours

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR — Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, menetapkan tersangka istri CEO Abu Tours, Nusyariah Mansyur, dan seorang komisaris, Khaerudin, dalam kasus penipuan travel umrah Abu Tours.

Istri Hamzah Mamba sendiri, menjabat komisaris di PT Amanah Bersama Ummat. Setelah penetapan tersangka itu, penyidik Polda Sulsel berencana segera melimpahkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, penetapan tersangka itu dilakukan setelah menelusuri dan ditemukan adanya aliran dana dari rekening penampungan uang jemaah Abu Tours mengalir ke kerekening tersangka.

“Jadi uang jemaah itu mengalir ke rekening atas nama tersangka untuk kepentingan di luar dari jemaah. Perannya memang sebagai pengatur lalu lintas keuangan di perusahaan itu,” kata Kombes Dicky Sondani, Rabu (11/7).

Sedang tersangka Khaeruddin, memiliki peran yang sama dengan istri Hamzah. Khaeruddin sebagai pengendali keuangan dalam setiap pembayaran. Dia juga terbukti mengalirkan dana jemaah ke rekening pribadinya untuk keperluan pribadi.

“Jadi peran khaeruddin sama dengan istri Hamzah Mamba, sebagai pengendali lalu lintas keuangan di perusahaannya itu. Memang ditemukan ada aliran dana dari rekening penampungan jemaah ke rekening pribadinya,” ucap Dicky.

Saat ini lanjut Dicky, dalam kasus itu sudah ada empat orang tersangka. Masing-masing Komisaris PT Abu Tours and Travel, Khairuddin, CEO PT Abu Tours, Hamzah Mamba alias Abu Hamzah (37), istri CEO Abu Tours Nursyariah Mansyur dan mantan Manajer Keuangan Abu Tours, M Kasim.

Para tersangka terang Dicky, melanggar pasal tindak pidana penggelapan pasal 374 sub 372 KUHP jo pasal 55 ke 1 KUHPidana, jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana dan atau pasal 5 UU RI No 8 tahun 2010 tentang pencegahan da pemberantasan tindak pidana pencucian uang, ” lanjutnya.

“Saat ini para tersangka telah ditahan di Rutan Polda Sulsel sejak 10 Juli, kemarin, ” terang mantan Dirsabhara Polda Kepri ini.

Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejakasaan Tinggi Sulsel, mengatakan bila berkas kasus tersebut. Hingga saat ini belum dikembalikan oleh penyidik.

“Berkasnya masih di penyidik dan masih tahap P-19,” tukas Salahuddin. (**)