Setelah Dimutasi, Kapolres Pangkep Diperiksa, Ini Dugaan Pelanggarannya

LIPUTAN8.COM, Makassar – Pasca gerbong mutasi yang melengserkan AKBP Bambang Widjanarko sebagai Kapolres Pangkep berdasarkan Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolri Nomor ST/1679/VII/KEP./2018 tertanggal 6 Juli 2018, perwira dua bunga melati itu kini menjalani pemeriksaaan di Mapolda Sulsel.

Bambang yang dimutasikan sebagai Perwira Menengah (Pamen) Polda Sulsel mengundang perhatian mengingat pencobotan dirinya masih dalam suana pesta demokrasi, pemilihan kepala daerah di Sulawesi Selatan.

“untuk mendalami ini harus ditarik, karena kalo dipertemukan di sana sudah tidak bagus namanya opini sudah terbangun, ini di internal di masyarakat belum, opini di dalam tapi dia sudah nggak ada namalah di sana,” ungkap Irjen Pol Umar Septono, Kapolda Sulsel, Senin (9/7/2018) .

Umar Septono menyebut dugaan sementara kasus yang dihadapi Bambang adalah dugaan sering jalan malam dengan staf. Namun dugaan sementara tersebut masih sementara didalami di Polda Sulsel.

“dugaannya ngajak jalan-jalan tapi untuk pendalaman sampai apa kita dalami lagi. Tapi untuk anggota nggak pas namanya pemimpin malam jalan sama staf itu bagaimana, kan nggak benar itu,” tambah Umar Septono.

Meski telah menyebut Bambang diduga kerap makan malam-malam dengan staf nya namun Umar mengatakan penyidik masih mendalami apa saja yang dilakukan saat jalan-jalan. Namun jika terbukti melanggar status Bambang yang dimutasi ke Polda Sulsel sebagai Pamen dalam pemeriksaan dapat saja disanksi lebih berat.

“melakukan apanya masih pendalaman. Jabatan pamen polda dalam pemeriksaan. Kalau misalnya terbukti ada, tindak lanjut lebih tegas lagi,” tambahnya.

Saat ini, pucuk pimpinan Kepolisian Resor (Polres) Pangkep akan dijabat oleh AKBP Tulus Sinaga yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen Polda Sulsel. (Bur)