Ustadz Basri Akan Dimakamkan di Gowa, Ini Lokasi Pemakamannya

LIPUTAN8.COM, Makassar – Jenazah almarhum, Ustadz Muhammad Basri, tahanan Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dalam kasus dugaan tindak pidana teroris di jadwalkan akan tiba di Makassar pada Minggu (8/7/2018) malam hari nanti.

Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani. Ia mengatakan bahwa almarhum akan langsung di terbangkan ke Makassar dan diperkirakan akan tiba pada malam hari.

“Jenasah akan diberangkatkan dari Jakarta pukul 18.00 WIB, dan diperkirakan tiba di Makassar pukul 21.30 Wita,” kata Dicky Sondani.

Dicky juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kerabat almarhum di Pondok pesantren Tanfidzul Qur’an, Mannuruki II kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, terkait meninggalkannya ustadz Basri.

Sementara untuk lokasi pemakaman almarhum kata Dicky, dari keterangan penanggung jawab Ponpes Tahfizul Quraan adalah di daerah Paccelekang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa.

“Informasinya dimakamkan di daerah Pattalassang, Kabupaten Gowa. Saat ini kerabat almarhum akan mengikuti prosedur pihak Lapas di Nusakambangan terkait proses penerimaan jenazah, baik itu diterima di Bandara Sultan Hasanuddin maupun diterima di masjid Ponpes, ” urai Dicky Sondani.

Hingga saat ini, proses pemulangan jenazah almarhum ustad Muh Basri sedang dalam proses di RSUD Cilacap oleh pihak Lapas Nusakambangan, Densus 88 dan BNPT.

Diberitakan sebelumnya, Ustad Muh Basri menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Cilacap Jawa Tengah, Minggu (8/7/2018) dini hari. Ia sebelumnya sempat mendapatkan perawatan medis atas penyakit jantung yang dideritanya hingga kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Dan almarhum merupakan tahanan tindak pidana terorisme yang ditangkap oleh tim Densus 88 Anti Teror pada tahun 2015 karena diduga terlibat dengan jaringan ISIS. Ia pun di vonis delapan tahun penjara. (Bur)