Panwaslu Makassar Resmi Laporkan Dugaan Pemukulan Panwascam

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar secara resmi menyurat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat terkait kasus pemukulan yang dialami Panwascam Kecamatan Sangkarrang, Rusli, yang diduga dilakukan oleh Sekretaris KPU Makassar, Sabri.

Selain ke KPU RI, Panwaslu Makassar juga telah melayangkan surat ke KPU Sulsel dan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto.

“Kami telah bersurat secara resmi ke Sekjen KPU RI, KPU provinsi dan wali kota Makassar untuk segera mungkin melakukan tindakan yang perlu untuk merespon tindakan tidak terpuji yang dilakukan Sabri,” pungkas Humas Panwaslu Makassar, Muh Maulana kepada SINDOnews, Minggu (8/7/2018).

Menurut Maulana, kejadian yang dialami korban saat berlangsungnya Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Tahun 2018 oleh KPU Makassar di Hotel Max One, Jalan Taman Makam Pahlawan, menunjukkan sikap kurang terpuji oleh Sekretaris KPU Makassar.

Apalagi, saat itu, seluruh Panwascam se-kota Makassar dibatasi untuk mengawasi jalannya tahapan proses Pilwalkot Makassar 2018. Bahkan, ada upaya pengusiran yang dilakukan KPU Makassar terharp seluruh panwascam di lokasi penghitungan suara.

“Teman-teman panwascam sementara diperiksa di Gakkumdu provinsi dalam kapasitasnya sebagai saksi,” aku Maulana.

“Langkah hukum kami ini tidak lain untuk memastikan penyelenggaraan pemilihan dapat berjalan efektif dan memastikan tindakan-tindakan intimidatif seperti yang dilakukan Sabri tidak terjadi kembali,” sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Makassar, Sabri yang dimintai komentarnya tidak ingin berkomentar lebih jauh. Melalui pesan singkat WhatsAppnya, dia hanya mengirimkan link berita perihal bantahannya melakukan pemukulan. Pada link berita tersebut termuat judul “Sabri :Saya Hanya Mendorong Tidak Memukul”.

“Itumi klarifikasiku, muatmaki,” singkatnya.