Bantuan Datang Bersama Atribut Politik, Korban Kebakaran Kandea Kecewa

LIPUTAN8.COM, Makassar — Kebakaran Jl. Kandea 2 lorong 118 C tepatnya di belakang pekuburan Arab Kelurahan Bontoala Tua, menyisahkan kekecewaan tersendiri bagi warga yang menjadi korban. Pasalnya, di tengah duka yang mereka alami, rupanya dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk kepentingan politik.

“Kami ini sedang berduka kodong, tidak elok jika dimanfaatkan untuk kampanye politik,” kata salah satu korban IR, yang tidak ingin nama terangnya disebutkan.

Dari informasi yang diperoleh di lokasi, warga setempat mengaku bersyukur dengan adanya kepedulian akan musibah yang menimpa warga kecamatan Bontoala tersebut. Tak terkecuali dari beberapa tim kandidat yang diketahui akan bertarung pada pemilihan gubernur dan wali kota pada Pilkada bulan Juni mendatang, juga telah datang memberikan bantuannya.

Hanya saja, kata IR, sangat disayangkan bantuan itu dimanfaatkan oknum untuk meraup dukungan politik. Terbukti, usai menyerahkan bantuannya, salah satu kandindat malah membentangkan baligho bergambar pasangan Paslon di lokasi kebakaran, serta menempeli sisa rumah yang hangus terbakar dengan stiker Paslon yang dimaksud.

Tapi menurutnya, baligho dan stiker itu sendiri sudah diturunkan dan dicabut warga. “kita kecewa dengan hal tersebut, karena jangan sampai juga menghalangi bantuan yang lain masuk. Padahal kami kan sangat membutuhkannya saat ini,” tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan seorang ibu rumah tangga, Amriani yang juga tinggal di daerah itu. Meski, demikian Amriani mengaku bangga dengan kehadiran wali kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny” Pomanto yang juga telah datang mengunjungi warga, sore Jumat, (26/1).

“Alhamdulillah, gembira semua warga di sini sangat bersyukur Pak Wali datang memberi bantuan secara ikhlas. Sebelumnya juga sudah banyak bantuan dari pemerintah. Insya Allah semoga Pak Wali bisa terus memimpin Makassar, Oppoki,” katanya.

Danny didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Indira Yusuf Ismail saat mengunjungi lokasi kebakaran.
Danny dan Indira pun terlihat menulusuri setiap lorong memantau secara langsung kondisi pasca kebakaran. Mereka juga menyapa dan menenangkan warga yang menjadi korban kebakaran. Sepanjang lorong yang dilalui, terdengar sorakan ‘Oppoki’ dari warga yang berkerumun.

“Musibah kebakaran kerap menimpa warga kita. Pemerintah kota telah memiliki program Pemadam Kebakaran Lorong atau Pekarong. Nantinya kita berupaya menghadirkan Pekarong di lorong – lorong yang rawan kebakaran,” kata Danny.

Saat berkunjung, Danny menyerahkan bantuan berupa peralatan rumah tangga, pakaian perempuan, dan sarung dari Dinas Sosial serta bantuan material bangunan dari Badan Penanggulan Bencana Daerah Makassar.

Danny juga mengingatkan warga korban kebakaran jika setiap musibah yang dialami adalah ujian dari Allah SWT, sabar menjadi pintu untuk melewati ujian itu dengan baik.

Diketahui kebakaran di Jalan Kandea 2, Lorong 118 C, Kecamatan Bontoala, menghanguskan 12 rumah warga yang dihuni 102 jiwa dari 20 Kepala Keluarga (KK) yang jadi korban. Kebakaran terjadi pada Kamis (25/1/2018) dini hari sekira Pukul 03.00 Wita. (**)