Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Kuliner Hadiri Roadshow di Makassar

LIPUTAN8.COM — Sejumlah pelaku usaha ekonomi kreatif kuliner menghadiri roadshow dan daftar foodstarup di Swiss Bell iin Hotel Makassar, (21/4/2017)

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan kembali di Makassar, roadshow kompetisi dan konferensi Food Startup Indonesia (FS) ke kota yang ke tiga yaitu Makassar, setelah menyambangi Medan (11/4) dan Lombok (17/4).

Direktorat Akses Non Perbankan, Deputi Akses Permodalan Bekraf sebagai penyelenggara acara menggandeng Direktorat Fasilitasi HKI, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi, Puluhan pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner serta rekan media Makassar menghadiri acara ini

Pelaku usaha ekonomi kreatif subsektor kuliner serta media hadir pada sosialisasi kompetisi dan konferensi Foodstartup Indonesia, Hingga saat ini, lebih dari 100 startup dari subsektor kuliner mendaftar pada Foodstartup Indonesia di Makassar

IMG-20170421-WA0032

Kami ingin menjaring potensi pelaku usaha ekonomi kreatif sub sektor kuliner dari berbagai Indonesia melalui perhelatan Foodstartup Indonesia,” ungkap Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso.

Roadshow Bekraf merupakan sosialisasi kompetisi dan konferensi Foodstartup Indonesia Bekraf memotivasi pelaku bisnis yang menyediakan jasa atau produk kuliner selama satu hingga lima tahun, yang memiliki ide kreatif, rekam jejak transaksi atau produksi, inovasi produk, model bisnis yang unggul traksi (traction) dan segmen pasar, potensi ditingkatkan skalabilitasnya, dan mampu menarik investor untuk mendaftar dan berpartisipasi pada Foodstartup Indonesia 2017 serta memperoleh materi pembuatan dan cara mempresentasikan pitch deck.

Direktorat Akses Non Perbankan, Deputi Akses Permodalan Bekraf memfasilitasi pelaku usaha ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapasitas melalui kompetisi dan konferensi foodstartup ini dengan mentoring terhadap beberapa hal diatas yang dipresentasikan dalam pitch deck. Materi roadshow FSI ini diantaranya adalah membuat pitch deck yang sesuai dengan kriteria termasuk bagaimana cara mempresentasikan pitch deck
yang menarik investor. Peserta dengan pitch deck yang lolos kurasi akan mengikuti mentoring itching dalam demoday yang akan digelar di Bali (22-24/5) dan di Bandung (17/19/7), dimana para peserta foodstartup memaparkan pitchdeck (pitching) di hadapan mentor,

20 foodstartup terbaik dari Bandung dan Bali akan bersaing dengan 10 startup dari Foodstartup Indonesia tahun 2016 pada Final Pitching Day di Jakarta pada bulan Agustus ini di depan juri yang terdiri dari berbagai elemen termasuk investor.

“Foodstartup ini diharapkan mampu meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif sub sektor kuliner dan memberikan akses permodalan bagi pengembangan usaha ekonomi kreatif sehingga produktivitas dan nilai tambah meningkat,” pungkas Sugeng.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso membuka acara ini sekaligus menyampaikan peran dan program kerja Deputi Akses Permodalan Bekraf dalam mengembangkan subsektor kuliner. Mekanisme dan kereteria penilaian pitch deck demoday foodstartup Indonesia dan cara membuat pitch desk yang baik juga akan dijelaskan saat acara berlangsung

Sosialisasi HKl dan program kerja Deputi Fasilitasi HKi dan Regulasi akan disampaikan oleh Direktur Fasilitasi HKI Bekraf Robinson H Sinaga,

Acara ini ditutup dengan workshop
pembuatan pitch deck yang dipandu oleh mentor seta diskusi antara pelaku ekonomi kreatif yang hadir. (Lpt8/iqbal)