Enam Tersangka Pungli Jembatan Timbang Maccopa Segera Diadili

LIPUTAN8.COM – Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel melimpahkan enam berkas tersangka kasus pungli jembatan timbang Maccopa, kabupaten Maros  ke Kejaksaan Negeri Maros untuk diproses penuntutan.

Pelimpahan enam berkas tersangka itu dibenarkan Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin.
“Hari ini dilakukan tahap dua terhadap kasus pungli jembatan timbang Macopa, Maros. Artinya penyidik melimpahkan kewenangan dan tanggung jawab kepada Jaksa penuntut Umum. Penyerahan termasuk pelaku pidana dan dokumen-dokumen,” ujar Salahuddin, Kamis (19/1).

Ada lima orang tersangka yang ditahap duakan, satu diantaranya adalah oknum PNS berinisial HB. Empat orang lainya adalah tenaga honorer di jembatan timbang, salah satunya berinisial H.

Sebelumnya, Polda Sulsel melakukan operasi tangkap tangan(OTT) terhadap 10 orang di jembatan timbang Maccopa. Dan baru enam yang ditetapkan tersangka dalam kasus ini. Satu diantara tersangka merupakan PNS Dinas Perhubungan, sedangkan lima orang lainnya merupakan pegawai lepas (bukan pegawai honorer).

Diketahui, keenam tersangka tertangkap karena diduga telah menerima pembayaran yang tidak sesuai prosedur di jembatan timbang. Sebelum dilakukan OTT, petugas terlebih dahulu melakukan pengintaian selama dua hari.
Dari lokasi OTT, petugas menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya uang senilai Rp12 juta, potongan karcis, buku mutasi, slip penyetoran ke pemerintah daerah setiap harinya antara Rp1,3 juta hingga Rp2 juta.

Berdasarkan hasil penyidikan yang ditemukan di Jembatan Timbang Maccopa, kerugian negara rata-rata mencapai Rp10 juta per hari. Jika dikali 30 hari, jumlahnya Rp300 juta. Bila dikalikan 12 bulan sebesar Rp3,6 miliar.(liputan8)