Polres Jeneponto: Kades Tino Bukan Pelaku Pencurian

Kaur Reskrim Polres Jeneponto Ipda Nasaruddin

LIPUTAN8.COM – Terkait kasus dugaan pencurian Bateray tower BTS Smart Fren di Dusun Bonto Langga, Desa Tino Kecamatan Tarowang yang melibatkan Kepala Desa Tino, Darwis diamankan polisi. Kaur Reskrim Polres Jeneponto Ipda Nasaruddin menyebutkan Kades Tino datang Kepolres hanya diambil keteranganya sebagai saksi.

“Cuma dipanggil untuk diminta keterangan, sehubungan pada saat itu yang bersangkutan juga di TKP. Ternyata bukan dia pelakunya (Kades Tino red). Namun ada dua orang (pelaku red) masih diburu dan sementara kita lidik karena saat di TKP keduanya melarikan diri,”ujar Ipda Nasruddin dikonfirmasi liputan8.com.

Namun saat ditanya, Kenapa Kepala Desa Tino ada di TKP saat dua orang pelaku pencurian Bateray tower BTS SmartFren beraksi?.

“Dia (Daerwis red) ikut memburu, setelah dia mendengar gonggongan Anjing (Karena Tower dan rumah kades sekitar 50 meter red) pas bersamaan ada Buser disitu di TKP ,”Jelas Ipda Nasaruddin.

Kini Kepala Desa Tino, Darwis sudah kembali ke rumahnya pasca diminta keterangan oleh pihak penyidik polres Jeneponto. Sebelumnya, kejadian ini terjadi pada Minggu/28/08/2016 sekitar pukul 01:30 Wita dini hari di Dusun, Bonto Langga, Desa Tino Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto adanya laporan terjadi pencurian 8 buah batray tower BTS Smart Fren sehingga petugas langsung ke TKP.

Adapun Kronologis kejadian, Pukul 00.30 Wita pengawas Smart Fren di Kabupaten Bantaeng menerima telpon dari pusat (Jakarta), bahwa tower Smart Fren yang ada di Dusun Tino, alaramnya berbunyi sehingga memerintahkan pengawas Smart Fren untuk mengecek ke TKP (Tempat kejadian perkara).

Pada Pukul 00.45 Wita, petugas pengawas dari Kabupaten Bantaeng menuju TKP, tiba tiba diperjalanan para petugas Smart Fren di hentikan oleh Buser Polres Jeneponto yang dipimpin Aipda Rasak, karena di nilai mencurigakan, setelah kendaraan berhenti maka ditanyai tentang maksud dan tujuannya.

Petugas Smart Fren menjawab, bahwa petugas Smart Fren mendengar alaram smart Fren di pusat berbunyi, maka dirinyapun diperintahkan untuk mengecek tower yang dimaksud, anggota Buser bersama dengan petugas Smart Fren menuju TKP.

Sesampainya di depan tower mereka melihat ada 2 orang didalam pagar tower, 1 orang berdiri diluar samping kiri tower selanjut anggota Buser mengeluarkan tembakan peringatan, mendengar suara tembakan ke 2 orang yang berada didalam pagar langsunhg melarikan diri ke arah belakang tower. (acax/syf/liputan8)