BPM Kota Makassar Gelar Bulan Bakti Gotong Royong

Ketua Tim Verifikasi BBGRM Provinsi Sulsel H Sentot Irawan didampingi Kepala BPM Kota Makassar Andi Muh Yasir saat mengunjungi penilaian yakni Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Senin (1/8/2016). Aco/liputan8

LIPUTAN8.COM — Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar menggelar Bulan Bakti Gotong Royong di Jalan Mangerangi, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang berbasis kearifan lokal karena pembangunan suatu daerah tidak bakal berkembang tanpa adanya partisipasi masyarakat yang tinggi.

Pembangunan berbasis lokal yang dimaksud di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Di bidang ekonomi dilakukan dengan memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan usaha pembuatan kue tradisional, dan pengembangan bank sampah yang bernilai ekonomi.

Di sisi budaya dengan mempertahankan dan melestarikan budaya lokal seperti tarian dan musik tradisional, kemudian dari sisi sosial kemasyarakatan dengan membina kerukunan antar umat beragama.

“Kegiatan bulan bakti gotong royong ini untuk memberikan motivasi kepada masyarakat agar bisa berpartisipasi aktif dalam setiap pembangunan seperti kebersihan lingkungan, kegiatan ekonomi, budaya, sosial kemasyarakatan dan lain-lain,” kata Kepala BPM Kota Makassar, Andi Muh. Yasir, Senin (1/8/2016).

Sementara ketua tim penilai bulan bakti gotong royong dari dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Propinsi Sulawesi Selatan yang juga menilai 9 kabupaten/kota lainnya, Sentot ID menilai bahwa kota Makassar dalam hal ini Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate sudah bagus, banyak inovasi, partisipasi masyarakat sangat tinggi dan kerukunan antar umat beragama bisa diacungi jempol.

Selain itu juga usaha kegiatan ekonomi produktif berjalan dengan baik. “Saya lihat sudah cukup bagus, banyak inovasi, partisipasi masyarakat tinggi, usaha ekonomi juga baik,” kata Sentot.

Dia berharap agar kota Makassar bisa menjadi icon dan menjadi contoh untuk daerah lain khususnya di Sulsel dan tetap menjaga semangat dan kebersamaan untuk menjaga dan mempertahan Makassar sebagai daerah yang nyaman dan tetap menjalankan program yang ada. (ant/liputan8)