Pemprov Sulsel Mulai Rancang UPTD SMA Sederajat

Logo Pemprov Sulawesi Selatan

LIPUTAN8.COM – Beban kerja Pemprov Sulsel, khususnya Dinas Pendidikan dipastikan bertambah. Pasalnya, mulai tahun depan, kewenangan pengelolaan SMA/sederajat mulai dilimpahkan ke Pemprov Sulsel. Saat ini, pelimpahan wewenang terus berproses.

Agar pengelolaan SMA/sederajat lebih terfokus dan profesional, pemprov mulai merancang pembentukan unit pelaksana teknis dinas (UPTD). Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Sidik Salam mengemukakan rencana untuk membentuk UPTD pengelolaan SMA/sederajat mulai direncanakan.

“Kita ingin pengelolaan SMA sederajat bisa maksimal. Salah satu yang dilakukan dengan pembentukan UPTD. Tapi kita lihat dulu mekanismenya seperti apa. Sambil menunggu pentunjuk dari Pak Gubernur,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekertaris Daerah Sulsel, Abdul Latif mengatakan saat ini pihaknya sementara melakukan inventarisasi personil dan aset milik sekolah. Diakuinya untuk pengelolaan, dipastikan Dinas Pendidikan akan kewalahan jika tak dibuatkan lembaga khusus.

“Pasti Dinas Pendidikan akan kewalahan jika mereka sendiri yang mengelolanya. Sementara kita carikan solusi untuk membentuk lembaga setingkat UPTD di setiap kabupaten/kota,” kata Latif.

Latif menjelaskan, selain jumlah guru dan pegawai yann mencapai 30 ribu lebih orang. Berdasarkan data Disdik, jumlah sekolah 1075 Unit, dengan rincian 560 SMA, 439 SMK dan 76 Sekolah Berkebutuhan Khusus (PKPLK).

Sementara itu, Kepala Biro Pengelolaan Aset Daerah (BPAD), Ahmadi Akil, terlebih nilai aset SMA yanh akan masuk ke neraca pencatatan sebanyak Rp18 triliun lebih. Hal ini, tentu membutuhkan biaya dan personil lebih untuk pengawasan dan pencatatan.

“Tentu nanti akan dibuatkan unit pelaksana teknis dinas (UPTD), mungkin akan digabung dari biro aset, BKD dan Dinas Pendidikan. Kalau bukan perkabupaten, akan dibagi perwilayah,” kata Ahmadi. (acax/liputan8/mri/)