Kapal Perang TNI AL Berteknologi Tinggi Tiba di Lantamal VI Makassar

Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni-520 merupakan salah satu kapal berukuran besar dan berteknologi tinggi tiba di Makassar dan sandar di dermaga Layang Mako Lantamal VI, Jumat (27/5/2016). Iqbal/liputan8

LIPUTAN8.COM – Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni-520 merupakan salah satu kapal berukuran besar dan berteknologi tinggi tiba di Makassar dan sandar di dermaga Layang Mako Lantamal VI, Jumat (27/5/2016).

KRI Teluk Bintuni-520 mengangkut rombongan Expedisi NKRI tahun 2016 berjumlah 700 peserta ini sebelumnya berangkat dari Sorong Papua dan transit di Makassar selama tiga hari. Senin depan KRI tersebut akan melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta.

KRI Teluk Bintuni-520 yang di komandani Letkol Laut (P) Ahmad Muharram merupakan kapal perang jenis landing ship tank dengan panjang 120 meter (melebihi panjang ukuran lapangan sepak bola), lebar 18 meter, dan tinggi 11 meter. Kapal dengan mesin ganda berkekuatan 6.570 KW itu mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 16 knot. Kapal perang berbobot mati 2.300 ini mampu memuat 10 tank Leopard 2A4 yang masing-masing memiliki berat diatas 64 ton.

Kapal ini juga mampu memuat sekitar 100 orang kru dan 360 prajurit. KRI Teluk Bintuni dilengkapi dengan geladak di buritan yang mampu menampung sebuah helikopter ukuran sedang.

Kapal perang buatan dalam negeri ini mampu berlayar selama 20 hari non-stop. “Bintuni adalah nama teluk di Papua yang sangat indah dan kaya,”ujarnya.

Rombongan Expedisi NKRI yang di angkut KRI Teluk Bintuni-520 ini terdiri dari gabungan TNI , Polri dan Mahasiswa serta peneliti universitas Seluruh Indonesia. (acax/iqbal/liputan8)

Kapal Republik Indonesia  (KRI) Teluk Bintuni-520 merupakan salah satu kapal berukuran besar dan berteknologi tinggi tiba di Makassar dan sandar di dermaga Layang Mako Lantamal VI, Jumat (27/5/2016). Iqbal/liputan8
Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Bintuni-520 merupakan salah satu kapal berukuran besar dan berteknologi tinggi tiba di Makassar dan sandar di dermaga Layang Mako Lantamal VI, Jumat (27/5/2016). Iqbal/liputan8