Juru Parkir Minta DPRD Makassar Tolak Smart Card Parking

ilustrasi parkiran di mal

LIPUTAN8.COM – Massa dari Solidaritas Juru Parkir Kota Makassar meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menolak smart card parking yang diterapkan Perusda Parkir Raya Makassar. Dimana aspirasi mereka diterima di DPRD Makassar, Kamis (26/5/2016).

Ketua Koordinator Serikat Juru Parkir Wilayah Kota Makassar Syamsuddin, mengatakan upaya ini dilakukan juru parkir untuk menolak rencana pemberlakuan program smart card parking tersebut.

“Kami tegas menolak program smart card walikota karena jelas akan menyingkirkan juru parkir dari pekerjaan mereka,” tegas Syamsuddin saat ditemui di depan Kantor DPRD Kota Makassar.

Dia juga mengungkapkan bahwa ada kurang lebih 2000 juru parkir yang selama ini bekerja secara independen dan tidak bergantung pada Perusahaan Daerah (PD) Parkir Kota Makassar.

“Selama ini kami bekerja sendiri, kita lobi sendiri tempat parkir ke pengusaha atau pemilik toko yang punya tempat. PD parkir hanya datang mendata lalu memberi perlengkapan,” ungkapnya.

Menurutnya, program Pemerintah Kota Makassar yang akan memberlakukan smart card tersebut tidak berpihak pada nasib juru parkir yang telah menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi Kota Makassar.

“Dari rambut kami hitam sampai berubah putih, kami sudah jadi juru parkir, PD Parkir itu baru ada kemarin, jangan semaunya saja begitu,” tambahnya lagi.

Sementara itu, anggota Serikat Juru Parkir lainnya Heru, mengatakan bahwa juru parkir tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan program tersebut.

“Sudah beberapa kali kami ajukan untuk bertemu walikota untuk membicarakan itu, tapi tidak pernah ditemui,” jelasnya. (acax/liputan8/ps)