Rapat Evaluasi, Danny Uji Lurah

Wali Kota Makassar, moh Ramdhan Pomanto saat menguji salah seorang lurah terkait sistem kantongnisasi sampah.

LIPUTAN8.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengetes pengetahuan lurahnya terkait sistem kantongnisasi sampah saat rapat evaluasi camat dan lurah se – kota Makassar di Amirullah, Senin, (28/03/2016).

Lurah Wajo Baru, Densi mendapatkan kesempatan presentasi di hadapan wali kota, sekretaris daerah, asisten I, kepala BKD, camat, dan lurah.

Meski sedikit grogi, Densi, tetap tampil ke depan mempresentasikan kantong sampah yang menyasar rumah – rumah warga, dan dibagikan secara gratis, “Ada dua jenis kantong sampah, hijau, dan oranye. Kantong oranye untuk warga yang berdomisili di lorong, dan hijau untuk pemukiman non lorong,” papar Densi mengawali presentasinya.

Setiap kantong sampah terbagi empat yang mewakili empat jenis sampah ; organik, dan anorganik (kertas, plastik, dan kaleng).

Khusus sampah organik akan diolah kembali menjadi pupuk kompos di komposter, dan sampah anorganik akan ditimbang oleh bank sampah untuk ditukarkan dengan aneka produk seperti beras, gas elpiji 3 kg, voucher listrik atau uang tunai yang senilai dengan sampah yang ditukarkan.

Program sampah tukar produk hanya diperuntukkan bagi warga yang bermukim di lorong – lorong atau sampah yang berasal dari kantong oranye. Sementara sampah dari kantong hijau langsung masuk ke bank sampah.

Kedua kantong sampah itu, saat isinya penuh akan diangkut oleh Tangkasaki, dan khusus sampah anorganik di kantong oranye dijemput oleh bank sampah dengan melakukan transaksi cash and carry.

“Sistem kantongnisasi sampah harus disosialisasikan dengan baik agar masyarakat kita paham akan program, dan manfaatnya,” ujar Danny.

Program ini menjadi upaya pemerintah kota untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana memperlakukan sampah dengan bijak.

Sampah dipilah berdasarkan jenisnya, penjemputan sampah dari rumah ke rumah dilakukan secara periodik (berdasarkan jadwal yang ditentukan), dan sampah di buang pada wadah yang telah disediakan.

Secara terpisah, Tim Program Kebersihan Pemerintah kota Makassar, Mukhtar Tahir menyampaikan, sistem kantongnisasi sampah sebagai upaya pemerintah untuk mengedukasi warganya agar peduli terhadap persoalan sampah, memisahkan sampah organik, dan anorganik, serta ikut menjadi nasabah bank sampah.