Sopir Tangkasaki Minta Akses Lain

Antrean mobil Tangkaski yang ingin bongkar muat, Senin (7/3/2016). Antrean ini bermula sejak satu pintu di TPA Antang tertutup tumpukan sampah.

LIPUTAN8.COM – Sejumlah Sopir Tangkasaki mengeluhkan akses menuju TPA Antang yang hanya satu. Akibatnya, aktifitas bongkar muat menjadi lebih lama.

Salah seorang sopir Tangkasaki kepada liputan8.com, Muh Husni mengatakan, sejak satu pintu tertutup oleh tumpukan sampah, akses menuju pembuangan menjadi lebih lama. Hal ini, kata dia, sopir harus menunggu sopir lain terlebih dahulu melakukan bongkar muat.

“Dulu ada dua pintu masuk. Tapi sekarang tinggal satu karena tertutup sampah,” ujarnya, siang tadi.

Untuk bisa melakukan bongkar muat, kata Husni, tidak jarang harus menunggu hingg pukul 00.00 wita. Ini lantaran terjadi penumpukan menuju lokasi pembuangan.

“Bayangkan saja kalau kita harus menunggu dari jam 09.00 sampai pukul 00.00, berapa lama waktu kami terbuang hanya untuk bongkar muat,” terangnya.

Smbari menunggu giliran bongkar muat, tidak jarang sejumlah sopir terlihat sedang duduk bersantai sambil minum kopi. “Kalau cuma Rp50 ribu per hari itu tidak cukup,” paparnya.

Untuk itu, Husni berhara pemerintah bisa membuka akses lain menuju lokasi bongkar muat. Hal ini agar memudahkan mereka melakukan aktifitas bongkar muat.

Selain akses jalan yang hanya satu, para sopir Tangkasaki juga mengeluhkan aktifitas bongkar muat. Menurut Husni, jika menggunakan mobil sampah yang lama tidak membutuhkan waktu lama. Berbeda dengan mobil Tangakasaki.

“Kalau dulu bisa sekali tongkang sampah sudah keluar semua. Kalau mobil Tangkasaki harus pi di sekop. Kalau hanya ditongkang tidak keluar semua sampahnya,” pungkasnya. (edi/fma)

Sejumlah sopir Tangkasaki saat sedang menunggu giliran bongkar muat. Mereka menghabiskan waktu dengan makan dan ngopi bersama.
Sejumlah sopir Tangkasaki saat sedang menunggu giliran bongkar muat. Mereka menghabiskan waktu dengan makan dan minum kopi.