Empat Tersangka Putauw Bungkam

 

LIPUTAN8 — Tim penyidik Satuan Reskrim Narkoba Polres Sidrap masih terus mengembangkan dan mendalami asal muasal zat psikotropika jenis putauw san sabu-sabu, yang diamankan dari rumah tersangka Suciawan alias Wawan di Panca Rijang, Rappang sekitar Masjid Raya.
Polisi terus mengorek keterangan dari empat tersangka yang diamankan, masing masing Arifin alias Ipin (33), Wawan (27) dan dua orang teman wanitanya, yakni Putri Ayu alias Jum (20), serta Maryani alias Siska (23).
Namun, sejauh ini polisi masih kesulitan mengorek keterangan dan pengakuan keempat tersangka. Para tersangka berbelit belit dalam memberikan keterangan. Kuat dugaan mereka berempat masih dalam pengaruh barang haram tersebut. Karena sebelum tertangkap, diduga kuat Ipin, Wawan, Jum dan Siska usai pesta putauw dan sabu sabu.
“Ini masalahnya, mereka berempat masih kompak bungkam soal barang buktinya. Mereka juga tidak mengakui kalau barang itu miliknya. Sepertinya mereka masih sakau,” ungkap Kasat Narkoba Polres Sidrap AKP Adriyan F Kofong melalui telepon selular, kemarin.
Meski demikian, kata Adriyan, pihaknya sudah menetapkan keempatnya sebagai tersangka. Sementara untuk memastikan barang itu adalah narkoba jenis putauw, penyidik mengirim sampelnya ke Labfor Polda. Termasuk sabu-sabu yang berhasil diamankan.
“Urine dan darah keempatnya juga diperiksa dan dikirim ke polda untuk memastikan apakah mereka menggunakan narkoba atau tidak. Anggota sudah membawanya ke Makassar tadi (kemarin) setelah salat Jumat,” jelas Adriyan.
Diakui, dalam pengembangan kasus ini pihaknya harus hati hati. Karena sindikat jaringan ini sangat profesional dalam menjalankan bisnisnya.
“Kita kaitkan kasus ini sebelumnya. Jaringan Wawan dan Ipin ini terorganisir rapi dengan memanfaatkan teman wanitanya yang cantik sebagai kurir. Ini kuat jaringan internasional asal Malaysia,
karena sabu yang diamankan terbaik kualitasnya,” terang Adriyan.
Menyusul pengungkapan kasus ini, polisi masih menarget sejumlah nama yang diindikasikan terlibat sindikat Malaysia yang berkongsi dengan Ipin dan Wawan.
”Tunggulah hasil pengembangannya, karena ada kita target yang lebih banyak lagi dari sebelumnya. Semoga dari bukti awal ini, sindikat narkoba jaringan Malaysia bisa diungkap, dan pelaku, bandar serta kaki tangannya bisa kita tangkap secepatnya,” tandas Adriyan.
Para tersangka akan dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 tentang psikotropika, subsider pasal 127 ayat 1 maksimum 20 tahun penjara dan seumur hidup. Termasuk hukuman mati. (bkm)