Tak Lolos Screening, Gubernur Sulsel dan Sejumlah Forkopimda Batal di Vaksin Sinovac

LIPUTAN8.COM, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melaksnakan vaksinasi covid-19 tahap pertama di Rumah Sakit Dadi Makassar, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/1/2021).

Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan tokoh masyarakat yang sedianya di menerima Vaksin Sinovac batal menjadi orang pertama menerima vaksin karena tidak lolos screening yang menjadi syarat sebelum disuntikkan Vaksin Sinovac.

Dari daftar list Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel yang hanya 6 orang dari 15 orang yang menerima Vaksin Sinovac,” Ada beberapa alasan yang paling banyak itu karena ada keluarga serumah yang pernah menderita Covid-19 atau kontak erat dengan penderita Covid-19, ada juga yang menjadi penyintas dan tekanan darahnya tinggi,” kata Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Mereka yang batal menjadi penerima Vaksin Sinovac adalah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, Kajati Sulsel Firdaus Dewilmar, Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani, dan Kadinkes Sulsel Muhammad Ichsan Mustari.

Selain itu, Wakil Sekertaris PKK Sulsel, Aisyah Ahmad, Ketua IDI Sulsel, Gemini Alam dan Ketua MPI KNPI Sulsel, Imran Eka Saputra.

Nurdin menjelaskan bahwa menjadi penerima vaksin tidaklah boleh gegabah. Menurut dia setiap pertanyaan yang diberikan saat screening harus dijawab dengan jujur.

“Semua kriteria harus dipenuhi. Saya berharap nanti masyarakat juga menjawab jujur saat di-screening,” jelasnya.

Sementara itu, Kadinkes Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari menjelaskan bahwa ada 16 pertanyaan saat menjalani screening. Seluruh pertanyaan itu harus dijawab dengan jujur sebelum menerima vaksin.

“Jika ada salah satu yang dijawab ‘iya’ maka dia tidak bisa menerima vaksin. Saya batal menerima vaksin karena saya penyintas, pernah terkonfirmasi positif Covid-19 tahun lalu,” Muhammad Ichsan Mustari memungkasi.  (Tj)