Warga Perumahan Elit GMTD Keluhkan Layanan Air Bersih, Distribusinya Terkesan Dijatah

LIPUTAN8.COM, Makassar – Sejumlah warga di perumahan elit, Green River View Jalan Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar melakukan aksi protes pada PT. GMTD sebagai pihak pengembang. Aksi protes itu dilakukan lantaran warga di perumahan tersebut sejak tiga tahun belakangan ini terkesan dijatah air bersih karena hanya mengalir pada jam-jam tertentu.

Purnomo salah satu warga perumahan Green River View mengungkapkan, pihak pengembang sejak awal menjanjikan aliran air bersih PDAM selama 24 jam sesuai dengan yang tertuang dalam perjanjian akad kredit. Namun kenyataannya air hanya didistribusikan pada jam-jam tertentu.

“Mendapatkan air PDAM setiap rumah tertuang dalam akad kredit. Tapi sampai hari ini kami belum menerima hak kami secara utuh,” jelas Purnomo kepada awak media saat ditemui kediamannya, Rabu (18/11/2020) sore.

Menindak lanjuti hal tersebut kata Purnomo, pihakntnya bersama warga lainnya kemudian memasang spanduk bertuliskan ” AIR, AIR, AIR, PENGELOLA … MANA JANJI AIR PDAM mu !!! ” yang dipasangkan hampir di setiap rumah dalam perumahan.

Selain aksi protes pemasangan spanduk kata Purnomo, pihaknya bersama warga telah melayangkan surat somasi sebanyak tiga kali, namun sampai ini belum juga mendapatkan apa yang menjadi hak setiap penghuni di perumahan elit itu.

“Surat somasi melalui Peradi sudah tiga kali kita kirimkan ke pengembang, terakhir tanggal 10 November 2020,” jelasnya.

Ia menambahkan, air yang terkesan dijatah tersebut juga bukan sepenuhnya air bersih dari PDAM. Pasalnya kata Dia, selama ini tagihan air dibayarkan melalui pengembang dan bukan melalui PDAM.

“Tagihan air yang katanya PDAM itu kami bayar melalui pengembang. Itupun kuitansi pembayaran tidak ada rinciannya,” tambahnya.

20201118_130853

Lebih lanjut Purnomo mengatakan pihak GMTD sejauh ini memang telah melakukan perundingan, namun hingga saat ini pihak pengembang hanya memberi janji. Hal itu membuat dirinya dan sejumlah warga kesal.

“Janjinya itu Oktober akan mengaliri air ke-rumah rumah kami, tapi sampai sekarang tidak ada, hanya janji-janji saja. Makanya kita posting ini ke media sosial dan melakukan somasi.

Pantauan di lapangan, sejumlah unit rumah di Klaster Primerose, Green River View memang memajang spanduk protes bertuliskan, Air, air, air, Pengelola! Mana janjimu. air PDAM mu!!

Hal itu dilakukan warga sebagai unjuk rasa alternatif, yang biasanya dilakukan pada umumnya. Purnomo mengatakan, aksi tersebut sudah dilakukan sejak awal November tahun ini.

Saat dimintai keterangan terkait meteran air dengan logo PDAM, Purnomo mengatakan meteran tersebut diduga hanya modus belaka. Pasalnya meteran tersebut sama sekali tidak dijadikan ukuran penagihan pembayaran air.

“Kalau ada modus lain yah mungkin saja, tapi faktanya seperti yang Anda lihat. Meteran itu hanya logo PDAM saja, karena faktanya kalau memang ini instalasi PDAM, pasti akan mengalir setiap saat, faktanya air dirumah kami hanya mengalir 3 kali sehari dan pada jam-jam tertentu,” Purnomo memungkasi.  (Tj)