Nuansa Islami Warnai Kampanye Fatma di Panaikang

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM – Emak-emak Majelis Taklim Nur Halim Nur di Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, begitu antusias menyambut kedatangan calon wakil wali kota Makassar, Fatmawati Rusdi, Kamis (22/10/2020).

Persiapannya begitu matang. Mereka menyambut duet M Ramdhan ‘Danny’ Pomanto itu dengan nuansa islami. Kompak mengenakan busana muslim dan mengawali agenda sosialisasi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Tokoh masyarakat setempat yang sekaligus menjadi turun rumah, Abdul Halim menyampaikan, pihaknya sengaja menghadirkan peserta kampanye yang seluruhnya adalah perempuan.

“Peserta yang seluruhnya perempuan adalah bagian dari kebanggaan karena Bu Fatma adalah satu-satunya kandidat perempuan,” ucap Abdul Halim yang mengenakan kopiah hitam kepada Fatma.

Abdul Halim pun mengajak peserta kampanye untuk bersama-sama mendoakan ADAMA’ (akronim Danny-Fatma) dimudahkan untuk memenangi Pilkada Makassar.

“Insya Allah dengan izin Allah Danny-Fatma yang terbaik. Diberi jalan untuk menakhodai Kota Makassar lima tahun ke depan. Sekarang masuk ke sini masih calon dan pada kunjungan selanjutnya sudah menjadi wakil wali kota,” ucap Abdul Halim.

Ketua Majelis Taklim Nur Halim Nur, Nur Hayati menambahkan, sebagai sesama perempuan dirinya berharap banyak Fatma bisa terpilih. “Saya lihat Bu Fatma orangnya merakyat dan mudah bergaul. Semoga Bu Fatma yang dampingi Pak Danny bisa terpilih,” tuturnya.

Sementara itu, Fatma pada kesempatannya berharap dukungan penuh dari warga setempat sampai pada pencoblosan 9 Desember mendatang. Anggota DPR RI periode 2014-2019 itu mengapresiasi sambutan hangat yang diterimanya.

“Saya disambut dengan kekeluargaan. Ini sambutan kehormatan untuk saya. Seluruh elemen sudah bersatu di sini. Itu adalah dukugan nyata untuk ADAMA’. Karena dukungan ta semua saya makin yakin menatap Pilkada Makassar,” kata Fatma.

Fatma yang pernah menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Sidrap selama 2008-2018 juga memuji eksistensi majelis taklim setempat. “Majelis taklim menjadi garda terdepan untuk membangun generasi yang beriman dan bertakwa. Makanya saya selalu antusias setiap kali ibu-ibu majelis taklim,” ucap perempuan kelahiran Kota Parepare 1980 ini. (*)