Dampingi Danny Pomanto, Erick Horas: Struktur Bawah Massif Menangkan ADAMA

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM – Di titik terakhir kampanye dialogis, Jumat (16/10/2020), turut hadir Ketua Gerindra Makassar, Erick Horas mendampingi bakal calon Wali Kota, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto. Berdialog dengan warga di Jalan Veteran Utara Lorong 42, Kelurahan Maradekayya, Kecamatan Makassar

Erick Horas pun menyempatkan waktu mempertemukan Danny Pomanto dengan tim jaringan pemenangnya, yakni komunitas Bara.

“Ada beberapa struktur kami di bawah bekerja massif memenangkan pak danny. Ini lah komitmen Gerindra mengawal pak Danny. Dari mulai dukungan partai politik sampai dengan tim jaringan pemenanang. Itulah simpul-simp yang kami buat. Yang akan kami lakukan secara maksimal,” sebutnya.

Sementara itu, Danny Pomanto di kesempatan ini tidak begitu banyak memberikan sambutannya. Apalagi memaparkan visi-misinya. Sebab, dibatasi oleh waktu. Ketentuan yang dibuat oleh penyelenggara Pilwalkot Makassar 2020.

Singkat pasangan Fatmawati Rusdi dengan akronim ADAMA bilang, usulan warga setempat tidak lagi melalui Musrenbang jika dirinya memenangkan Pilkada ini.

“InsyaAllah kalau saya menang. Sampaikan ulang lagi ke saya, tidak usah lewat Musrenbang. Intinya Tungguma. Maka kalau mau terwujud coblos nomor urut 1 pada 9 Desember nanti,” kata mantan Wali Kota Makassar peraih Piala Adipura tiga kali berturut-turut itu.

Sebelumnya, Jamal warga setempat menyampaikan keluh kesahnya. Itu terkait dengan pembangunan infrastruktur

“Kami berharap dibantu. Mungkin semua lorong di Makasar tersentuh program. Tapi, di dua lorong di sini kayak anak tiri. Got (drainase) dan jalan juga harus tersentuh pembangunan. Itu harapan kami di sini,” paparnya sambil berharap.

“Drainase juga kalau hujan, banjir. Saya juga minta PKL di tiga lorong di tiga RW di sini tidak gusur, tapi di tata. Jalannya juga di lorong sebelah kalau tidak bisa diaspal dipaving blok saja. Masalahnya ada SD itu,” lanjut Jamal menjelaskan.

Setelah mendengar tanggapan Danny Pomanto, Jamal bilang, akan mengganti kolom kosong dengan nomor urut 1 di bilik suara pada 9 Desember mendatang.

“Kami yang ada di sini ssbenarnya sudah lama menunggu. Bisaki lihat hasil pemilihan lalu. Kotak kosong menang. Jadi, 9 Desember, kotak kosong kita ganti dengan nomor 1,” tegasnya. (**)