Hasil Survei, Hanya Elektabilitas Dilan yang Naik Tajam

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Lembaga survei Parameter Publik Indonesia (PPI) memprediksi Pilwalkot Makassar 2020 akan menjadi pertarungan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi (DP-Fatma) melawan Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan). Toh, berdasarkan temuan terbarunya, hanya dua pasangan calon (paslon) ini yang elektabilitasnya sudah di atas angka 30%.

Direktur PPI Ras MD menyampaikan pihaknya memprediksi ada empat pasangan calon atau paslon yang maju pada Pilwalkot Makassar 2020.

Dua paket lainnya yakni Irman Yasin Limpo-Zunnun NH dan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando. Hanya saja, kedua paslon ini masih sulit bersaing karena tingkat keterpilihannya masih rendah.

Ras MD memaparkan memang hanya DP-Fatma dan Dilan yang masuk kategori kandidat dengan elektabilitas papan atas. Dukungan publik kepada dua paslon ini di atas 30%, dengan selisih keduanya hanya berjarak di bawah 10%.

Hal itu tentunya sinyal bahaya karena terbilang sangat rendah untuk seorang mantan wali kota yang kembali maju.

Kondisi itu diperparah dengan tren elektabilitas DP-Fatma yang kenaikannya tidak sesignifikan Dilan.

Ras MD menerangkan bahkan dari empat paslon, hanya elektabilitas pasangan doktor dan dokter itu yang meroket. Ketiga paslon yang lainnya, ada yang naik sedikit, stagnan bahkan ada yang malah merosot menjelang pesta demokrasi itu pada Desember mendatang.

“Keempat pasang kandidat yang kami uji, hanya pasangan Ical-Ananda (Dilan) yang tren elektabilitasnya naik tajam. Selanjutnya, Danny-Fatma mengalami kenaikan namun tak signifikan. Munafri-Bando cenderung stagnan dari data sebelumnya,” ucap dia.

“Terakhir None-Zunnun disimulasi elektoral ternyata mengalami penurunan. Dulu di bulan Februari, elektabilitas None diatas 10%. Saat ini setelah kami uji berpasangan dengan Zunnun, turun drastis hampir menyentuh angka 5% saja,” sambung Ras MD menjelaskan alasan merosotnya dukungan kepada adik Mentan Syahrul Yasin Limpo itu.

Ia menyampaikan None-Zunnun memang harus bekerja ekstra bila ngotot bertarung pada Pilwalkot Makassar. Ya itu karena elektabilitasnya kini di bawah 10%, jauh dibandingkan DP-Fatma maupun Dilan yang sudah di atas angka 30%. Adapun elektabilitas Munafri-Bando masih berada di bawah 15%.

Atas temuan itu, Ras MD bilang jika keempat paslon itu maju bertarung, maka Pilwalkot Makassar 2020 hanya akan jadi pertarungan antara DP-Fatma dan Dilan.

“Jika keempat pasangan itu dinyatakan final bertarung, maka persaingan ketat terjadi di kelas papan atas saja, antara Danny-Fatma Vs Ical-Ananda,” ucapnya.

“Ya seperti itulah temuan faktu baru di lapangan perihal perilaku pemilih soal keterpilihan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Ya patut ditunggu, karena situasi pra-pendaftaran juga masih sangat dinamis,” tandasnya. (**)