Terungkap, Ini Motif Ibu Tiri Habisi Nyawa Balita 4 Tahun di Pinrang

LIPUTAN8.COM, Pinrang – Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh salah seorang ibu tiri terhadap MT balita berusia 4 tahun di Kabupaten Pinrang terus dikembangkan oleh pihak penyidik Satreskrim Polres Pinrang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Sanima (27) yang juga ibu tiri dari korban terungkap jika pelaku tega membunuh anak tirinya karena korban tidak pernah menuruti perintah pelaku. Bahkan korban ketika disuruh oleh pelaku hanya berdiam diri kemudian menangis sehingga membuat pelaku semakin kesal.

“Pengakuan pelaku karena kesal terhadap korban karena ketika disuruh atau diperintah korban tidak menuruti perkataan pelaku,” kata Kapolres Pinrang, AKBP Dwi Santoso, Rabu (17/6/2020).

Selain itu, motif pelaku menghabisi nyawa korban karena pelaku juga merasa jengkel kepada orang tua korban yang telah dinikahi sirih terlebih anak kandung dari pelaku ini kerap mendapat perlakuan berbeda dari Herman yang juga ayah korban.

“Ada kecemburuan, karena menurut pelaku, suaminya (Herman) membeda-bedakan antara anak kandung dan anak tirinya,” jelasnya.

Mantan Kapolres Luwu itu menjelaskan, pelaku mulai melakukan penganiyaan dengan cara mendorong korban hingga terlentang di atas lantai rumah. Saat korban terlentang pelaku lalu menginjak tubuh korban pada bagian dada sebanyak tiga kali.

Tidak puas atas dengan itu, pelaku kemudian mengambil pulpen di dalam laci lemari lalu menusukkan ke bagian dada korban sebanyak dua kali dan pada tusukan terakhir korban mengeluarkan darah dari mulutnya.

Melihat kondisi korban mengeluarkan darah lanjut Kapolres Pinrang, pelaku kemudian mengendong korban menuju rumah bidan yang ada di kampung, namun bidan tersebut menyarankan agar korban segera dibawa ke Puskesmas karena wajah korban sudah mulai pucat.

“Dalam perjalan ke Puskesmas, pelaku bertemu dengan tetangganya dan mengatakan kalau korban sudah meninggal dunia. Pelaku sempat menyadarkan korban namun tidak tubuh korban tidak bereaksi lagi,” jelasnya.

Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 c UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (**)

 

 

Penulis : Tejho