Temui Prof Yosran, KNPI Sulsel Bantu 1000 Botol Disinfektan

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan memperlihatkan kepeduliannya di masa pandemi Virus Covid-19 dengan menyumbangkan 1000 botol disinfektan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Makassar.

Pj Wali Kota Makassar, yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Makassar, Prof Yusran secara langsung menerima bantuan tersebut di Posko Induk Covid-19 Makassar, jalan Nikel Raya Makassar, Rabu ( 20/5/2020).

Ketua Bidang Kesehatan KNPI Sulsel, Muhammad Syahrul Alam, kepada wartawan mengatakan bahwa bantuan ini ditujukan kepada petugas dilapangan, khususnya di kecamatan dan kelurahan yang selama ini bekerja melakukan sterilisasi ruang-ruang publik serta pemukiman warga dengan rutin melakukan penyemprotan disinfektan.

“Mudah-mudahan saja bantuan ini bisa sedikit membantu aparat, khususnya dalam hal keterpenuhan disinfektan saat bekerja melakukan sterilisasi terhadap potensi keberadaan virus ditengah masyarakat” ujar Muhammad Syahrul Alam.

Menurutnya, saat ini penyebaran virus masih cukup massif ditengah masyarakat, sehingga dibutuhkan solidaritas bersama melakukan upaya prefentif demi menekan angka penyebaran.

Sementara itu Pj Wali Kota Makassar, Prof Yusran Jusuf secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran KNPI Sulsel yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Kota Makassar yang saat ini tengah berjuang menghadapi wabah virus Covid-19.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk dukungan dan semangat dari adek-adek KNPI Sulsel yang ikut peduli terhadap situasi yang sedang kita hadapi. Bantuan ini memang sangat dibutuhkan oleh petugas kita dilapangan yang hingga kini terus bekerja setiap hari melakukan penyemprotan disinfektan di Kawasan-kawasan pemukiman. Insya Allah, bantuan ini akan langsung kita distribusikan kesetiap kecamatan untuk langsung digunakan sesuai kebutuhan”jelas Prof Yusran yang didampingi oleh Kepala Kesbangpol, Jumain.

Prof Yusran berharap kerjasama dengan KNPI Sulsel bisa terus berlangsung, baik pada saat penanganan dampak sosial hingga pada pemulihan ekonomi pasca pandemi. (*/rls)