Surat Tugas Gubernur Ke Ketua DPRD Sulsel Sudah Tepat

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Pemuka Forum Komunitas Intelektual Rakyat Indonesia (KIRI), Omar, berpendapat bahwa surat tugas Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari tidak perlu diperpanjang.

Toh tidak ada pelemahan legislatif dalam surat tugas yang kini ramai diperbicangkan di media sosial.

Menurut Omar, langkah yang ditempuh Gubernur Nurdin Abdullah yang memberikan surat tugas kepada Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari guna melakukan kunjungan pengawasan dan pemantauan di kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, sudah tepat, pada kapasitasnya selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Hal tersebut sesuai dengan Keppres 9 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keppres 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam Keppres itu dinyatakan, Gubernur posisinya sebagai perpanjangan tangan presiden, terkait penanganan Covid-19. Anggotanya terdiri dari Kepala Kejaksaan Tinggi, Pangdam, Kapolda, dan Ketua DPRD.

“Tidak ada penyimpangan atau kekeliruan dalam surat tugas tersebut. Komentar-komentar miring terkait Gubernur Nurdin telah melemahkan fungsi legislatif disebutnya tidak beralasan,” kata Omar.

“Di tengah pandemi corona ini, semestinya seluruh pihak tidak malah ribut soal hal demikian. Harus dilihat latar di balik surat tugas itu yakni untuk mempercepat penanganan covid-19,” pungkasnya.

Rakyat Indonesia, tak terkecuali kita semua di Sulawesi Selatan, lanjut Omar, sudah sepatutnya mendukung upaya pemerintah, termasuk usaha kerja keras Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Nurdin dalam mengantisipasi dan menekan penyebaran covid-19.

“Sekarang tidak dibutuhkan ribut tentang pelemahan legislatif, kita harus berpikir jernih bahwa ini bukan masalah politik, ini murni mengenai kemanusiaan. Jangan gaduh dan saling tuduh di tengah wabah yang mematikan ini,” ketus Omar.

Ia mengajak semua pihak, lembaga keagamaan, kelompok masyarakat sipil, dan seluruh rakyat Sulawesi Selatan untuk saling dukung dan tolong menolong menghadapi penyebaran Covid-19 sehingga, kita dapat segera melewati kondisi yang mencekam ini.

“Kita harus ikhlas menerima ibadah puasa kali ini harus banyak ditunaikan di rumah. Disebabkan begitu berbahayanya Covid-19. Agar penyebaran Covid-19 tidak makin banyak menelan korban, kita mesti mengantisipasinya secara bersama, sesuai arahan dan himbauan dari pemerintah pusat serta pemerintah daerah,” tutup Omar. (**)