Akhirnya, Pemkot Makassar Dengarkan Saran None

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Wali Kota Makassar akhirnya mengeluarkan Surat Edaran perihal Tindak Lanjut Pencegahan Penularan Covid -19 di Kota Makassar.

Dalam surat edaran tertanggal Senin, 16 Maret 2020 tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memutuskan untuk meliburkan sekolah, mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan mengganti dengan kegiatan belajar di rumah hingga 31 Maret 2020 mendatang.

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Irman Yasin Limpo, mengapresiasi langkah yang diambil Pemkot Makassar.

None – sapaan akrab Irman YL – memang getol meminta pemerintah untuk meliburkan sekolah.

“Alhamdulillah, Pemkot sudah peka,” kata None, Senin (16/3).

Sebelumnya, bakal calon Wali Kota Makassar ini menyarankan kepada pemerintah melakukan antisipasi awal penyebaran virus Corona atau Covid-19, dengan meliburkan anak sekolah.

Hal ini perlu dilakukan, dengan pertimbangan anak sekolah melakukan interaksi cukup banyak.

“Saya menyarankan agar pemerintah meliburkan anak sekolah untuk antisipasi penyebaran virus Corona,” ujarnya, pekan lalu.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel ini menggambarkan, dalam kelas ukuran 7 x 9 meter persegi, dengan tinggi minimal 2,85 meter, dan dipenuhi dengan bangku serta alat peraga, biasanya diisi oleh 37 anak.

“Interaksi diantara mereka sangat tinggi,” ujarnya.

Sebaiknya, tambah None, pemerintah meminimalkan interaksi mereka dengan jalan meliburkan untuk sementara. Pembelajaran bisa diganti dengan kurikulum yang dikerjakan di rumah, tetapi tetap mengarah pada pencapaian kompetensi dasar. (Rls)