Waduh… Jubir Appi Sindir IAS Tidak Mengedepankan Budaya Sipakatau

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM – Pernyataan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dengan nama acho145, makin memperburuk rencana paket antara Dg Ical dan Munafri Arifuddin (Appi) di Pilwalkot Makassar.

Masing-masing loyalis memperlihatkan ego dan mengklaim paling berpeluang menang di Pilwalkot Makassar. Itulah keduanya sulit disatukan. Belum lagi perang kata-kata masih terus digencarkan.

Itu Jubirnya Appi terlalu sok. kayak tong itu maju appi 01 nabisa menang. Lawan kotak kosong saja kalah, padahal sudah 10 partai politik besar naborong tp tetap kalahji,” tulis pemilik akun atas nama Suardi, menanggapi berita terkait bantahan atas unggahan IAS di instagram, “Ical-Appi Somberena Makassar”, Jumat, 28 Februari.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Appi, Muhammad Fadli Noor menduga akun instagram IAS kemungkinan diretas oleh orang yang sangat berambisi mendompleng tingginya elektoral Appi saat ini.

“Jika benar postingan tersebut dilakukan oleh IAS, kami sangat menyayangkan tokoh sekaliber IAS tidak mengedepankan fatsoen politik dan nilai budaya sipakatau untuk menjadi teladan bagi para politisi muda. Kami dengan ikhlas memaafkan pencantuman nama Appi tanpa izin dalam postingan tersebut,” kata Fadli Noor.

Ia mengatakan, saat ini tidak pernah ada komunikasi politik untuk mempaketkan Appi dan Ical.

“Jangankan menjadikan Appi sebagai wakil wali kota, komunikasi untuk menjadikan Ical sebagai wakil dari Appi pun belum pernah dilakukan,” bebernya.

Hingga saat ini, kata Ketua DPW PSI Sulsel itu, Appi telah melakukan segenap tahapan penjaringan pada berbagai parpol hanya untuk menjadi calon wali kota, bukan untuk menjadi wakil wali kota bagi kandidat manapun.

“Beberapa Parati politik (Parpol) telah mencapai tahap finalisasi untuk terbitnya rekomendasi paket saat Appi telah menetapkan calon wakil wali kotanya,” tambahnya.

Untuk mendorong pertumbuhan elektabilitas, lanjut dia, hingga Februari 2020 Appi telah melakukan serangkaian pertemuan dengan 3.000 tokoh masyarakat, 5.600 ketua RT/RW dan lebih dari 600 pengurus LPM/BKM se-Kota Makassar.

“Semua yang dilakukan tersebut sebagai upaya awal menjadi calon wali kota, bukan calon wakil walikota,” jelasnya.

Jika demikian, Harapan IAS untuk menyatukan keduanya kian sulit terwujud. Sebab, masing-masing kubu memposisikan diri sebagai 01. (**)