Nasir Erang, Bukan Ketua Dewan Penasihat LPM, Bukan juga Ketua LPM Mariso

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Ketua LPM terbaik 1 kota Makassar Bachtiar Adnan Kusuma, meluruskan ke jalan yang benar atas klaim Nasir Erang sebagai Ketua Dewan Penasihat LPM kota Makassar.

Menurut penerima penghargaan sebagai motivator dan tokoh penggagas perpustakaan lorong dari Pemerintah Kota Makassar ini, tidak dikenal istilah Dewan Penasihat LPM kota Makassar, karena LPM kota Makassar bukanlah organisasi partai politik, melainkan organisasi kelembagaan yang berbasis di setiap kelurahan.

Karena itu, pernyataan NE tidak tepat, keliru. Yang tepat adalah NE salah satu anggota penasihat Asosiasi LPM kota Makassar, namanya urutan keempat dan urutan pertama pembina Prof.Dr.Abd.Muin Fahmal, S.H.

Menurut Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini, keliru kalau NE disebut ketua LPM Kecamatan Mariso, melainkan dia hanya sebagai ketua LPM Tamarunang (Baca SK Asosiasi LPM Makassar Tahun 2018-2023).

Karena itu, keberhasilan LPM sebagai Lembaga tidaklah benar kalau disebut LPM punya masa keemasan di masa Danny Pomanto.

Benar LPM kota Makassar terbukti di masa DP hanya dimobilisasi untuk kegiatan-kegiatan sesaat dan berjangka pendek untuk dukung mendukung salah satu kandidat walikota sejak 2017-2018.

Dan salah satu keberhasilan di masa DP adalah berhasil memecah LPM dengan hadirnya Kader Pemberdayaan Masyarakat(KPM).

“Inilah prestasi luar biasa menurut Nasir Erang di mata saya”, kata Ketua LPM Parangtambung.

LPM sudah sangat legendaris sejak di masa IAS jadi walikota, maju dan berkembang. Hanya saja di masa IAS LPM lebih memusatkan diri mengembangkan ekonomi mikro daripada diarahkan untuk kegiatan-kegiatan non pemberdayaan.

“Saya berharap LPM sebagai organisasi pemberdayaan haruslah fokus memberdayakan pikiran dan ekonomi biar bisa mandiri tanpa harus berharap banyak dari Pemerintah Kota Makassar,” kunci tokoh literasi Indonesia ini. (**)