Warga Sulsel yang Dipulangkan dari Natuna Bebas Virus Corona

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Pasca melalui observasi di Pulau Natuna, sebanyak 18 warga Sulawesi Selatan (Sulsel) dipulangkan, 17 telah tiba di Sulsel 1 diantaranya masih di Jakarta bersama keluarganya.

Dari 18 warga Sulsel, 17 tiba sekitar pukul 02.00 WITA, Sabtu dinihari (15/2). Masing-masing berasal dari Kota Makassar 7 orang (1 tinggal di Jakarta), 3 orang berasal dari Kabupaten Bulukumba, 3 orang berasal dari Tanah Toraja, 1 dari Luwu Timur, 1 dari Luwu Utara, 1 dari Kabupaten Gowa, dan 1 orang berapa dari Kabupaten Pinrang.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan pemulangan warga Sulsel dari Natuna setelah dinyatakan bebas dari virus corona dan mereka pulang telah mendapatkan sertifikat kesehatan dari Kemenkes.

“Semuanya sudah pulang dek, ada 17 yang sudah tiba di Sulsel yang satu masih di Jakarta bersama dengan keluarganya dan kita sudah jemput,” ujar Ichsan, Minggu (16/2).

Lebih Ichsan mengatakan kepulangan warga Sulsel dari Natuna tidak ada lagi proses pemeriksaan selanjutnya. Mereka pulang bersama keluarga yang telah menjemput di Bandara.

“Langsung pulang karena mereka sudah dinyatakan sehat dan tidak terdeteksi virus corona karena mereka sudah mendapatkan pengakuan, setelah diobservasi di Natuna,” tandas Ichsan.

Senada halnya diungkapkan Kpala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Nurul Amir kepulangan Warga Sulsel dari Natuna.

Pemprov Sulsel hanya mendampingi pihak keluarga saat menjemput di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

“Tidak ada proses penjemputan khusus,”ungkapnya.

Ia mengatakan warga Sulsel yang pulang tidak ada proses penjemputan khusus lantaran kondisi mereka sudah dinyatakan sehat dan tidak terjangkit virus Covid-19.

Ia meminta masyarakat agar tidak khawatir ataupun takut dengan para WNI asal Wuhan karena memang sudah diobservasi dan dinyatakan tidak ada masalah kesehatan.

Pihaknya juga menegaskan tidak memberikan pengawasan terhadap para WNI tersebut setelah pulang di daerah masing-masing.

“Jadi tidak usah khawatir karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya saja langsung berpelukan dengan mereka (perempuan) karena memang tidak ada masalah yang harus dikhawatirkan,” tuturnya.

Salah satu mahasiswi China asal Makassar, Fatmawaty Taibe menceritakan bagaimana kondisinya saat virus corona mulai mewabah di China. Dimana transportasi umum ditutup, sehingga tidak ada akses untuk keluar dari China.

Tidak ada masyarakat yang berlalu lalang lantaran takut terjangkit virus tersebut. Fatmawaty pun memilih untuk berada di kediamannya dengan melakukan hal-hal positf, misalnya fokus belajar dan mengerjakan tugas-tugas kulihanya.

Mahasiswi Central China Normal University ini sangat kahwatir, pasalnya virus corona merupakan bencana yang tidak berwujud, dalam hal ini penyebarannya melalui udara yang tida bisa dilihat secara kasat mata.

“Kita antisipasi sendiri untuk tinggal dirumah daripada berada di tempat umum, penyebarannya cepat. Kalau perang kan kita bisa lihat langsung, atau bencana alam lainnya kita bisa lihat, kalau ini tidak jadi ada rasa khawatir,” jelasnya.

Sementara pada saat dikarantina, dosen Universitas Bosowa ini mengatakan menjalani pemeriksaan yang normal-normal saja sesuai standar WHO.

“Tidak ada yang terlalu signifikan kita lakukan, cuma mengikuti standar WHO dengan mengecek kondisi kesehatan apakah terkena corona atau tidak,” katanya.

Fatmawati Taibe, saat ini masih berada di Jakarta lantaran sedang menyelesaikan tugas atau pekerjaannya. Sementara warga sulsel lainnya ialah Aisyah Putri, Allysa Tasya Milano, Amethysta Ayurani, Elvani kostavina Jambormias, Feronika Prabowo The, Fitriani, Francis, Friesca Virginia Kaope, Indar Sry Wahyuni Sumantri, Julinten Iman Sallo, Nabila Ahmad, Nur Rahmi, Nurul Fadhatussiyadah, Riska Ayumi Amalia, Yunianti Remsi, Zelin Christy, dan Nur Ralda. (Rls)