Pemkot Makassar Prioritaskan Program Danny, Insentif Rp1 Juta Rata Untuk RT RW

Ketua RW 3 di Kelurahan Gaddong Kecamatan Bontoala, Dr Anzar Makkuasa SH.MH

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Program Sembilan Indikator yang digagas Mantan Wali Kota Makassar, Ir Moh Ramdhan Danny Pomanto yang menjadikan RT RW ujung tombak dalam pembangunan Kota Makassar di masa jabatannya tetap menjadi program prioritas pemerintah Kota Makassar.

Sebelumnya, Insentif ini menjadi polemik dikalangan RT RW, karena sejak masa jabatan Danny Pomanto berakhir, banyak RT RW mengeluhkan keterlambatan dan pengurangan insentif RT RW.

Wacana pemberian insentif Rp1 Juta pun untuk setiap RT RW menjadi perhatian pemerintah Kota Makassar dalam menyelesaikan polemik yang terjadi.

Namun menurut salah satu Ketua RW 3 di Kelurahan Gaddong Kecamatan Bontoala, Dr Anzar Makkuasa SH.MH menganggap Insentif yang akan diratakan Rp1 Juta ini bukanlah hal yang baru karena pemberi Insentif Ini sudah terlaksana di Pemerintahan Wali Kota Makassar sebelumnya.

“Soal Insentif Rp 1 Juta sudah sering saya terima, sejak pemerintahan pak Danny Pomanto, jadi itu bukal hal yang baru. Kalau persoalan tugas Indikator dikurangi itu tergantung kebijakan pak Pj Wali Kota. Ujar Anzar.

Mengenai polemik insentif yang terjadi, menurut yang saya ketahui karena kondisi PAD Kota Makassar menurun sehingga ada indikasi insentif dikurangi,” Ujarnya.

Sebelumnya Kabag Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar berencana akan memberikan Insentif RT RW rata Rp1 Juta.

Hanya saja sembilan indikator atau penilaian kinerja RT RW yang dijalankan selama ini menurut Kabag BPM, Yarman tidak efektif. Terlalu banyak indikator, justru sangat memberatkan RT RW.

Bahkan hal itu telah menimbulkan polemik dikalangan RT RW utamanya dalam penerimaan insentif. Karena insentif mereka diterima bervariasi, namun bobot kerjanya relatif sama.

Rata-rata RT RW itu hanya bisa penuhi 4 sampai 5 indikator saja. Karena mereka (RT/RW) sangat sulit memenuhi 9 indiktor tersebut. Makanya indikator RT RW ini kita mau sederhanakan saja.

“Kalau saya cukup tiga indikator saja, seperti misalnya soal PBB, kebersihan dan administrasi RT RW. Saya kira tiga indikator saja cukup, dan semua insentif RT RW kita ratakan Rp1 juta,” jelas Yarman.

“Kalau insentif RT RW bervariasi, namun kinerjanya relatif sama. Tentu menimbulkan kecemburuan. Dan itu banyak terjadi,” pungkasnya. (**)