Survei Tinggi Jadi Modal DP Berpeluang Besar Kendarai Parpol

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM – Sabtu, 22022020. Musyawarah Rakyat akan digelar di Gedung CCC, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Para loyalis dan relawan DP, juga masyarakat lainnya akan hadir. Itu untuk menentukan dan memutuskan, apakah jagoannya Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, akan maju menggunakan partai politik (parpol) atau melalui jalur perseorangan.

Analis Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Firdaus Muhammad menganggap, sebagai bakal calon wali kota Makassar, Danny Pomanto harus meninggalkan jalur perseorangan. Tetap fokus pada partai politik.

Menurutnya, Wali Kota Makassar periode 2014-2019 itu, memiliki peluang cukup besar untuk mengendarai parpol di Pilwalkot Makassar 2020 ini.

“Peluang DP (Danny Pomanto) diusung parpol cukup besar. Di antaranya Golkar, NasDem dan partai lainnya,” kata Firdaus dikonfirmasi via pesan singkat WhatsApp, Senin (10/02/2020).

“Survei tinggi jadi pertimbangan partai,” tuturnya menambahkan.

Selain itu, Danny Pomanto juga dianggap memiliki modal sosial politik, berupa pengalaman.

Kendati begitu, Firdaus bilang, Danny Pomanto harus lebih intens bergerak lintas partai.

“Dibutuhkan komunikasi politik lebih intens terutama membangun koalisi dan penetapan pasangan,” ucapnya.

Maju melalui kendaraan parpol lanjut Firdaus, gengsinya jauh lebih tinggi ketimbang lewat jalur perseorangan.

Apalagi DPD I Golkar Sulsel baru saja merilis hasil penjaringannya. Danny Pomanto merupakan satu dari tiga bakal calon yang akan diusung partai berlambang pohon beringin ini.

Namanya, beserta Syamsu Rizal dan Irman Yasin Limpo telah dikirim ke DPP Golkar.

“Jadi, bukan hanya soal terpilih. Tapi legitimasi politik melalui parpol juga penting,” kata Firdaus.

Di sisi lain, relawan Danny Pomanto menyatakan kesiapannya. Siap dengan segala kondisi dalam menghadapi Pilwalkot Makassar 2020.

“Kami mau beliau juga siap dengan segala kondisi. Parpol kami siap, perseorangan pun kami siap,” ujar salah satu Relawan DP, Rizal A Rahman.

Danny Pomanto sendiri telah memiliki pengalaman. Di Pilwalkot Makassar 2014 lalu, dirinya memenangkan pertarungan dengan mengendarai parpol saat itu.

Hanya saja, di Pilwalkot Makassar 2018, Danny Pomanto dijegal. Harus terdiskualifikasi. Hanya melahirkan pasangan calon tunggal. Itu pun, pasangan Appi-Cicu kalah dari KOTAK KOSONG.

“Kami dari relawan tidak mau beliau tidak maju di 2020 ini. Makanya kami juga mengambil Sistem Informasi Pencalonan (SILON) di KPU. Itu merupakan bentuk dorongan para relawan agar Pak Danny maju menggunakan jalur perseorangan. Sebagai langkah antisipasi apabila beliau tidak mendapatkan rekomendasi parpol,” pungkasnya. (**)