Pria Mengaku Nabi Terakhir di Sulsel Resmi Ditahan

LIPUTAN8.COM, Tana Toraja – Pimpinan organisasi masyarakat yang bernama Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP) resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Tana Toraja.

Pria yang mengaku sebagai nabi terakhir itu resmi ditahan sejak hari Rabu tanggal 15 Januari 2020. Tersangka ditahan setelah penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan dan gelar perkara.

“Pria yang mengaku nabi terakhir resmi ditahan setelah penyidik melakukan gelar perkara,”kata Kapolres Tana Toraja, Akbp Liliek Tribhawono Iryanto saat dimintai konfirmasi, Jumat (17/01/2020).

Liliek Tribhawono Iryanto menjelaskan, tersangka ditahan setelah pihaknya melakukan pemanggilan kedua kepada terlapor. Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan awal yang dilanjutkan dengan gelar perkara.

Dari hasil gelar perkara lanjut Kapolres Tana Toraja, penyidik penyimpulkan bahwa terduga pelaku memenuhi unsur untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan sehingga status dari terduga pelaku ditingkatkan menjadi tersangka.

“Memenuhi unsur pidana, tersangka langsung kita tahan. Dia (Tersangka) diduga melanggar Pasal 156 A KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman 5 tahun penjara,” jelas Kapolres Tana Toraja, Akbp Liliek Tribhawono Iryanto.

Diketahui, pimpinan LPAAP tersebut juga pernah dilaporkan dengan kasus yang sama. Untuk di Kabupaten Tana Toraja, pria mengaku nabi terakhir itu telah memiliki pengikut sekitar 8 Kartu Keluarga (KK) .

Diberitakan sebelumnya, masyarakat Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan pria yang mengaku sebagai nabi terakhir.

Dalam menyebarkan aliran sesatnya Paruru mengajarkan bahwa salat hanya perlu dilakukan dua kali dalam sehari. Para pengikutnya juga diajarkan tata cara salat yang tidak sesuai ajaran islam.

Selain itu, para pengikut aliran sesat ormas LPAAP itu juga tidak diwajibkan untuk manaati rukun Islam. Para pengikut Paruru tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, tidak pula diwajibkan mengeluarkan zakat hingga tidak perlu melakukan ibadah haji.

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Rafa