Kadir Halid: Danny Lebih Cerdas dari Nurdin Abdullah

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM – Bakal calon wali kota Makassar Moh Ramdhan “Danny Pomanto” mengikuti tes uji komptensi yang di lakukan oleh tim sembilang partai Golkar Sulsel bersama tim pakar dan akademisi dari berbagai kampus di kota Makassar diantaranya ibu Dr. Ismarly Muis dari Fakultas Pisikolog UNM dan Dr. Muchlis Madani dari Wadir Pasca Sarjana Unismuh mendampingi Prof Aminuddin Ilmar, Prof Madjid Sallatu dan Dr Asrulla dari Unhas.

Pada kesempatan tersebut Danny Pomanto di beri kesempatan memaparkan visi misi yang komitmen menjadikan kota Makassar dua kali tambah baik di segala bidang dengan menawarkan berbagai program agar golkar bisa menjadi parpol pengusungnya pada pilkada 2020 karena menurut Danny Golkar ada banyak kekuatan-kekuatan, ide, pengalaman dan kekuatan di birokrasi sehingga dirinya sangat optimis bisa di dukung oleh partai Golkar.

IMG-20191226-WA0378Salah satu visi misi Danny Pomanto yang di anggap luar biasa oleh tim pakar partai Golkar yakni rencana memberikan beasiswa kepada 1000 anak lorong dengan melibatkan perusahaan- perusuhaan besar. Hal itu mendapat pujian dari ketua tim sembilang partai Golkar Sulsel Kadir Halid karena kecerdasan yang di miliki seorang Danny Pomanto.

“Sepertinya pak Danny Cocoknya jadi Gubernur. Lebih cerdas dari Nurdin Abdullah ,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Danny menuturkan bahwa apa yang menjadi visi misinya memang sifatnya bisa instan dan bisa dipakai di mana-mana karena ingin melihat kota Makassar dua kali tambah baik lagi.

“Visi misi saya pilkada 2020 untuk menjawab persoalan sekarang dengan kondisi sekarang 8 bulan tidak bertugas dengan melihat kondisi sekarang ada penurunan struktural dan penurunan penurunan anatomis yang terjadi yang mesti diperbaiki dan realitas,” jelasnya.

Salah satu yang menjadi keprihatinan Danny Pomanto saat ini karena intensif RT/RW yang diturunkan oleh pemerintah saat ini sehingga membuat semangat RT RW kendor dalam melaksanakan tugas dan berinovasi di lorong.

“Saat zamannya saya RT RW intensifnya Rp1.000.000 tapi turun setengah. kalau saya bisa saja naikkan sampai 2 juta. Untuk Makassar dua kali tambah baik,” ucapnya. (**)