Pimpinan LPAAP Mengaku Sebagai Nabi Terakhir, Sebarkan Aliran Sesat di Tana Toraja

LIPUTAN8.COM, Tana Toraja – Baru-baru ini warga Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja diresahkan atas munculnya seorang pria yang mengaku sebagai nabi terakhir.

Selain Tidak hanya itu, pria yang mengakui dirinya sebagai nabi terakhir telah menyebarkan ajaran sesat kepada warga.

Pria yang mengaku sebagai nabi terakhir itu bernama Paruru Daeng Tau, dia merupakan warga yang berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dia juga adalah pimpinan dari sebuah organisasi masyarakat bernama Lembaga Pelaksana Amanah Adat dan Pancasila (LPAAP).

“Paruru ini telah melakukan hal serupa di Kabupaten Gowa ,” kata Kepala Seksi Bimas Islam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tana Toraja, Tamrin, dikutip dari Liputan6.com, Senin (2/12/2019).

Beredarnnya informasi tersebut, kata Tamrin, MUI Kabupaten Tana Toraja tidak tinggal diam dengan mengadukan Paruru ke Polres Tana Toraja atas ajaran yang disebarkannya di tengah masyarakat.

“Kita berharap Paruru ini diberi efek jera oleh pihak berwajib,” kata Tamrin

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pengakuan Paruru sebagai nabi terakhir ini telah lama ia lakoni. Sebagian penganut agama Islam di Dusun Mambura, Lembang Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja bahkan telah menjadi pengikut Paruru.

Dalam menyebarkan aliran sesatnya Paruru mengajarkan bahwa salat hanya perlu dilakukan dua kali dalam sehari. Para pengikutnya juga diajarkan tata cara salat yang tidak sesuai ajaran islam.

Selain itu, para pengikut aliran sesat ormas LPAAP itu juga tidak diwajibkan untuk manaati rukun Islam. Para pengikut Paruru tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, tidak pula diwajibkan mengeluarkan zakat hingga tidak perlu melakukan ibadah haji. (**)

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Rafa