Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar, Ini Motifnya

LIPUTAN8.COM, Makassar – Kepolisian bekerja ekstra mengunkap misteri dan dalang atas kematian Jumince Sabneno (30), perempuan terbungkus seprai di pinggiran Sungai Barombong, 18 September 2019, kemarin.

Dari data yang dihinpun, wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu tewas di tangan kekasihnya sendiri, Raymunduz, pria tanggung berusia 32 tahun yang berprofesi sebagai buruh bangunan.

“Korban dibunuh oleh kekasihnya sendiri, lalu mayatnya dibuang ke pinggiran Sungai Jeneberang,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo, Rabu (20/11/2019).

Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari adanya informasi dari pihak keluarga korban (Jumince) jika selama ini menjalin hubungan dengan pelaku. Selain itu kata Ibrahim, pelaku dan korban sempat tinggal bersama di salah satu kos di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dari keterangan keluarga korban lanjut Ibrahim, anggota Resmob Polda Sulsel dibawah pimpinan Akp Edy Sabhara Manggabarani langsung melakukan penyelidikan, hasilnya kurang dari 24 jam pelaku berhasil ditangkap di tempat kerjanya di daerah Taeng, Kabupaten Gowa, Selasa 19 November 2019.

“Pelaku dan korban ini pacaran. Mereka menjalin hubungan kurang lebih 5 bulan,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku Raymundus mengakui jika telah membunuh kekasihnya, Jumince. Pelaku melancarkan aksinya saat korban tengah tertidur di kamar kosnya dengan cara memukul muka atau pipi sebelah kanan dengan menggunakan tangan kiri pelaku. Tidak berhenti disitu, pelaku kemudian mencekik leher korban dari belakang hingga korban meninggal.

Untuk memastikan korban telah meninggal, pelaku kemudian memukul kaki korban dengan menggunakan bambu dengan maksud agar kaki korban dapat dilipat. Setelah itu, pelaku selanjutnya membungkus mayat Jumince menggunakan kain seprai warna biru putih.

“Setelah jenazah korban dibungkus, pelaku kemudian membawanya menggunakan sepeda motor untuk membuang mayat korban di pinggiran sungai,” jelas Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Motif dari pembunuhan tersebut kata Ibrahim Tompo, adalah pelaku tega membunuh pacarnya sendiri lantaran putus asa tidka punya biaya untuk berobat atas penyakit paru-paru yang diderita korban.

“Motifnya korban ini kondisi sakit, ia meminta kepada kekasihnya untuk membawanya ke rumah sakit. Karena tidak punya biaya, akhirnya pelaku membunuh korban dengan alasan agar bebannya hilang,” urai Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Raden Harjuno mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan korban mengidap penyakit Tuberkulosis atau TB. Hal tersebut terungkap dari hasil otopsi dan temuan barang bukti obat yang ditemukan di kamar kos pelaku.

“Salah satu barang bukti yang ditemukan ada obat paru-paru. Dari hasil otopsi didapatkan adanya kelainan pada paru-paru,” jelasnya.

Selain itu, dari temuan otopsi kata Raden Harjuno, pelaku dan korban sempat berhubungan badan sebelum meninggal dunia.

“Memang pada temuan otopsi ada luka lebam di alat vital korban bagian dalam. Jadi sebelumnya terjadi hubungan seksual dan penyebab kematiannya terhambatnya jalur pernapasan,” Kabid Dokkes Polda Sulsel memungkasi.

 

 
Penulis : Tejho
Editor    : Andi Afdal