Tipikor Polda Sulsel Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Pipa di Palopo

LIPUTAN8.COM, Makassar – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulsel menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi proyek pengadaan dan pemasangan jaringan pipa di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Mereka adalah Bambang Setijowidodo selaku Direktur PT. Perdana Cipta Abdi Pertiwi, Muhammad Syarif selaku Direktur PT. Indah Seratama dan Drs Asnam Andres yang juga selaku Direktur PT. Duta Abadi.

Selain itu, Ir. Irwan Arnold selaku PPK, Fausiah Fitriani selaku PPK, Hamsyari selaku Pokja dan Anshar Dachri selaku Pokja.

“Gelar perkara terkait penetapan tersangka dengan hasil dan rekomendasi meningkatkan status saksi menjadi tersangka,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa (5/11/2019).

Dicky Sondani menjelaskan, mereka dijadikan tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pada Perencanaan SPAM dan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kelurahan Padang Lampe, Kecamatan Wara Barat, pengadaan dan pemasangan jaringan Pipa wilayah Kecamatan Telluwanua dan pengawasan pengadaan bangunan pengambilan air bersih pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo.

“Pekerjaan tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 15.049.110.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2016 yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara berdasarakan hasil perhituangan BPK RI sebesar Rp 5.543.391.996,91,” jelas Dicky Sondani.

Dari data yang berhasil dihinpun, proyek tersebut dilaporkan ke Polda Sulsel pada September 2017 silam. Di bulan yang sama, Polda Sulsel juga langsung mengeluarkan surat perintah (Sprin) penyelidikan (Lidik) terkait proyek pemasangan Pipa di Palopo.

Hanya beberapa hari dilakukan penyelidikan, tim penyidik berhasil menemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum, sehingga statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan (sidik) pada Oktober 2017.

“Periode Oktober 2017 hingga Februari 2018, telah dilakukan gelar perkara dan supervisi oleh KPK RI serta bantuan penunjukan dari tim Ahli,” sambung Dicky Sondani.

Di bulan Februari 2018 lanjut Dicky Sondani, penyidik terjun langsung ke lokasi proyek untuk pemeriksaan fisik oleh ahli dari Institut Tekhnologi Bandung (ITB) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) serta didampingi langsung oleh Korsup KPK RI. Selanjutnya, pada bulan September 2018, kembali dilaksanakan ekspose awal hasil pemeriksaan fisik masing masing ahli di ITB yang dihadiri oleh KPK, ahli ITB, BPK dan penyidik dari Polda Sulsel.

“Awal 2019 kemarin, kembali dilakukan ekspose di BPK RI Jakarta untuk penyamaan hasil pemeriksaan ahli baik dari ITB dan BPK terkait besaran kerugian keuangan negara.Untuk ke tujuh orang tersangka saat ini belum dilakukan penahanan karena masih akan dilakukan pemeriksaan,” Dicky Sondani memungkasi.

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Aura