Buka Forum Keagamaan, Ini Yang Disampaikan Bupati Luwu

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, membuka kegiatan peningkatan peran dan fungsi forum pembauran kebangsaan dalam memelihara dan menjaga harmoni kebangsaan dalam bingkai NKRI di Desa Raja, Senin (28/10/2019).

Bupati Luwu, dalam kesempatan ini menyampaikan negara ini menjamin warganya untuk berkumpul dan bersyarikat serta menyampaikan pendapat.

“Negara menjamin warganya untuk berkumpul dan bersyarikat termasuk dalam hal persoalan agama. Negara menjamin kebebasan seseorang untuk memeluk agama tertentu yang diakui oleh negara kita dan melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama yang dianutnya,” ujarnya.

Dari jaminan itu pula, negara juga mengatur tatacara beragama yang sejalan dengan nilai-nilai pancasila demi menjaga kemajemukan dan keutuhan NKRI.

“Orang yang berpengetahuan termasuk dalam hal agama tidak boleh sombong dan congkak, merasa paling benar. Belajarlah untuk tunduk dan melihat ke bawah,” ujarnya.

IMG-20191028-WA0043

Pada kesempatan ini, dirinya mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang hadir bahwa menjalankan syariat agama Islam patokannya hanya dua yakni, Al Qur’an dan Hadits.

“Tidak boleh banyak tafsiran dalam agama. Sudah banyak kejadian seperti di Desa Raja juga terjadi di Jeneponto ada juga di Jawa dua tahun lalu padahal dia diperbodohi,” ujarnya.

“Quran dan hadist tidak akan berupa sepanjang zaman. Allah tidak pernah memerintahkan untuk dunia saja atau akherat saja, tetapi dunia dan akherat,” lanjutnya.

Olehnya itu kata dia, kejadian di Desa Raja dimana adanya sejumlah warga sekira 40 orang yang mengikuti paham tertentu kemudian menjual harta bendanya untuk berhijrah disampaikan Bupati Luwu, itu adalah hal yang keliru.

“Menjual seluruh harta benda ke dalam hal ibadah menurut agama itu keliru, karena kita diperintahkan untuk meraih dunia dan meraih akherat bukankah Allah telah memerintah kita untuk menggunakan sebagian harta kita untuk kebaikan dengan cara-cara yang sudah diatur dalam agama, seperti zakat dan sedekah,” jelasnya.

“Saya minta janganki ikut ajaran sesat. Saya minta jangan keluargaku di Balambang dengan mudah menerima paham-paham tertentu. Kalian yang masuk di Luwu jangan rusak warga saya di Luwu, jangan rusak warga saya di Balambang, karena di sini keluarga saya,” tegas H. Basmin Mattayang.

Untuk diketahui, sudah sekira hampir dua tahun sebuah paham tertentu dianut sekira 40 an orang di Balambang Desa Raja Kecamatan Bua Kabupaten Luwu.

Kesbangpol mencatat, 40 warga ini menjual seluruh harta bendanya, sawah, kebun, dan rumahnya dan keluar dari Kabupaten Luwu.

“Ajaran ini sudah viral, bahwa di Desa Raja ada ajaran sesat. Isis awalnya membawa jamaahnya untuk kebaikan kemudian mengajak mereka menjual hartanya dan akhirnya mengajarkan mereka ke hal salah,” katanya

Menurut Bupati Luwu, pola seperti ini dilakukan oleh mereka yang tidak punya penghidupan. Dengan berdalih agama, dengan membodohi masyarakat menjual hartanya dan dibagi untuk digunakan hidup bersama.

“Pak desa jaga wargata, jangan ada orang luar masuk merusak kerukunan yang sudah terjaga dengan baik, pantau mereka yang datang dan laporkan 1×24 jam,” tegasnya.

Dalam pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Kesbangpol dan Linmas, H. Alim Bachri, Kasatpol PP, Andi Iskandar, Kapolsek Bua, Iptus Hasdin dan sejumlah aparat TNI, serta para pengikut paham tertentu dan mantan pengikutnya. (Rls)