Polda Sulsel Akui Video Viral Polisi Pakai Sepatu Kejar Pendemo ke dalam Masjid

LIPUTAN8.COM, Makassar – Vidoe viral oknum polisi yang mengejar mahasiswa hingga ke dalam tempat ibadah (Musallah) akhirnya diakui Polda Sulsel bahwa kejadiannya benar di Kota, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam rekaman video tiga bagian yang viral di grup-grup WhatsApp, masing-masing berdurasi 7 detik, 30 detik dan 27 detik merekam oknum polisi masuk ke dalam tempat ibadah tanpa melepas alas kakinya.

Tidak hanya itu, oknum polisi yang dilengkapi dengan tameng dan pentungn itu terlihat menyeret salah satu mahasiswa dari dalam masjid yang diduga pengunjuk rasa.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan bahwa kejadian di masjid adalah kejadian di Petampuran Jakarta tahun 2018.

“Awal beredarnya video tersebut, memang mirip kejadian di Petampunan Jakarta. Namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan, bahwa betul masjid itu ada di sebelah kantor DPRD Sulsel,” kata Dicky Sondani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/9/2019) malam.

Dicky Sondani juga menjelaskan kronologis kejadian, saat anggota yang sedang melakukan pengamanan demonstrasi di kantor Dprd dilempari mahasiswa dengan batu.Pasca pelemparan itu terjadilah pengejaran mahasiswa oleh anggota polisi. Namun mahasiswa kata Dicky, bersembunyi di masjid samping kantor DPRD Sulsel.

“Mahasiswa yang melempar petugas sengaja menjadikan masjid sebagai tameng. Akhirnya petugas menangkap mahasiswa pelaku pelemparan yang bersembunyi di masjid,” kata Dicky Sondani.

Sehubungan dengan kejadian tersebut, Polda Sulsel menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas insedin tersebut.

Untuk oknum yang melakukan tindakan berlebihan lanjut Dicky, akan diproses secara hukum. Namun mahasiswa pelaku pelemparan juga akan diproses secara hukum.

“Propam segera melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut. Klarifikasi ini kami buat atas petunjuk Bapak Kapolda Sulsel,” Dicky Sondani memungkasi.

 

Penulis : Tejho
Editor    : Rafa