1,9 Kg Sabu Diblender, Polda Sulsel Selamatkan Ribuan Jiwa Generasi Bangsa

LIPUTAN8.COM, Makassar – Narkotika jenis sabu seberat 1,9 Kg dumusnahkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, Rabu 4 September 2019. Barang haram tersebut adalah barang bukti hasil tangkapan di beberapa lokasi di Sulawesi Selatan.

Kepala Bagian (Kabag) Wadisik Pengawasan dan Penyidikan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, Akbp Ucuk Supriyadi yang memimpin pemusnahan, memasukkan barang bukti tersebut ke dalam mesin blender dan dicampur air kemudian dimix hingga hancur.

Setelah barang haram tersebut hancur dan larut di dalam air, tim kemudian membuang air sisa sabu tersebut ke pembuangan akhir.

“Barang bukti yang dihancurkan adalah hasil pengungkapan Ditnarkoba Polda Sulsel yang diback up oleh Resmob Polda Sulsel,” kata Kabag Wasidik Pengawasan Dan Penyidikan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel, AKBP Ucuk Supriyadi di Mapolda Sulsel.

Ucuk Supriyadi menambahkan, dari barang bukti sabu 1,9 Kg ini, pihaknya juga berhasil mengamankan enam orang tersangka dari lima Laporan Polisi (LP). Setelah dilakukan pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) sebagian barang bukti tersebut disiapkan untuk kepentingan pembuktian di pengadilan.

“Yang dimusnahkan totalnya 1,9 Kg. Sebagian untuk barang bukti di pengadilan,” jelasnya.

Adapun enam orang tersangka yang diamankan masing-masing, yang berasal dari Makassar yaitu inisial FD, IS, dan FH. Sementara ND dan TI adalah warga Kabupaten Gowa yang juga merupakan ibu dan anak.

Sementara yang berasal dari Sidrap yaitu BS. Dari tangan anak dan ibu ini, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 893,2021gram, untuk FD sebanyak 88,9984gram, IS sebanyak 49,2866gram, BS sebanyak 123,7665gram, dan FH sebanyak 390,7665gram.

“Mereka berperan sebagai pengedar dan bandar. Modusnya barang haram tersebut dikirim dari Sidrap dan beberapa pelaku menjemputnya di Makassar, salah satunya pelaku ibu dan anak itu jemput sabu di parkiran Ramayana AP Pettarani,” kata Ucuk Supriady.

Dari barang bukti yang dimusnhakan kata Ucuk, pihaknya berhasil menyelamatkan 5.200 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika di Kota Makassar ataupun Sulawesi Selatan.

” Kurang lebih 5.200 jiwa yang bisa terselamtkan atas jumlah barang bukti yang diamankan. Kalau di rupiakan nilainya mencapai miliyaran rupiah,” tambahnya.

Atas perbuatannya, ke enam orang tersangka ini dihadapkan dengan pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. Dan juga mereka dijerat dengan pasal 132 ayat 1 percobaan dan pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika.

 

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Andi Afdal