Sebanyak 5.648 Napi di Sulsel Terima Remisi di Perayaan HUT RI Ke-74

LIPUTAN8.COM, Makassar – Ribuan nara pidana (Napi) di Sulawesi Selatan mendapatkan pengurangan masa tahanan atau remisi di puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke – 74 Republik Indonesia.

Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah Sulsel menyebutkan sebanyak 5.648 Napi mendapatkan remisi di peringatan HUT Ke-74 RI, tahun 2019.

“Ada 5.648 Napi yang mendapatkan remisi di Sulsel,” kata Kepala Kemenkumham Wilayah Sulsel, Priyadi, Sabtu (16/8/2019).

Priyadi mengatakan berdasarkan undang-undang No.12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, pasal 14 ayat (1), menyebutkan secara tegas bahwa narapidana mempunyai hak mendapatkan remisi. Sehingga, di Sulawesi Selatan pada HUT ke-74 RI, Kemenkumham RI memberikan remisi kepada ribuan narapidana.

Priyadi menyebutkan, mereka yang mendapatkan remisi diantaranya, kasus narkoba, kasus korupsi dan kasus terorisme. Sebanyak 94 orang napi langsung bebas. Sedangkan selebihnya masing-masing mendapatkan pengurangan waktu masa hukuman mulai dari satu bulan hingga enam bulan.

“Untuk kasus korupsi sebagian besar ada di Lapas Makassar,” jelasnya.

Untuk diketahui, remisi adalah pengurangan masa menjalani pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Adapun syarat pemberian remisi bagi narapidana atau anak pidana yakni berkelakuan baik dengan dibuktikan dengan tidak menjalani hukuman disiplin dalam kurung waktu enam bulan terakhir.

“Selain itu, mereka juga telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas dengan predikat baik,” sambung Priyadi.

Sementara itu lanjut Priyadi, napi untuk kasus korupsi dan teroris ada syarat tambahan yakni harus bekerjasama dengan penegak hukum untuk membongkar kejahatan yang dilakukan dan membayar lunas denda atau uang pengganti.

Untuk kasus terorisme, harus setia kepada NKRI serta telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan oleh Lapas, BNPT atau Polri.

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Rafa