Pedagang Sebut Lurah Daya Pernah “Minta Jatah” Depan Terminal

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Keberadaan bangunan semi permanen (Warung petak-petak) di depan Terminal Regional Daya (TRD) Jalan Kapasa Raya, kelurahan Daya, terus berpolemik.

Kini giliran pedagang angkat bicara soal bangunan petak-petak yang berdiri diatas lahan Terminal tersebut.

Kurdass, salah satu pemilik warung di depan Terminal Daya, mengatakan, pihak kelurahan tidak bisa serta merta membongkar tempat usaha kami.

Sebab, semua pedagang yang menempati lokasi itu, mendapat restu dari pengelola Terminal, dalam hal ini PD Terminal Makassar Metro.

“Tidak bisa ibu lurah bersikap arogan seperti itu, mau membongkar warung kami seenaknya. Ibu Lurah harus tahu, kami menjual disitu atas izin restu pengelola Terminal. Sebab lokasi itu masuk dalam kawasan Terminal. Kami juga membangun warung itu bukan uang sedikit. Kok ibu lurah ngotot sekali mau membongkar, ada apa?,” kata Kurdass kepada liputan8.com, Kamis (8/8/2019).

“Mestinya ibu lurah persuasif dan koordinasi ke pihak Terminal, kan sama-samaji pemerintah. Bukan datang ke tempat kami marah-marah, dan mengancam mau membongkar warung. Lurah itu tidak boleh arogan, tidak boleh sok hebat, sok jago. Mudah-mudahan Pak Pj Walikota bisa cepat mengganti lurah Daya, bikin gaduh terusji,” ujar Kurdass yang juga mantan Jurnalis Televisi Nasional ini.

Ia menilai, Lurah Daya tidak becus dan gagal membina warganya. Kalau dia lurah yang cerdas dan mampu mengatur warganya, tidak seperti itu caranya.

“Saya kira ada cara lebih baik dan elegan untuk mengatur warganya. Tidak mesti ngotot dan arogan menindas warganya sendiri. Persuasif dong, apalagi perempuan, dia harus lebih bijak dan paham karakter warganya,” tuturnya.

“Saya buka bukaanmi saja, sebenarnya ibu Lurah dan Kepala Unit Pasar Daya pernah minta jatah tempat di lokasi itu (Depan Terminal). Tapi tidak diakomodir, karena sudah habis. Makanya mungkin gara-gara itu, mereka marah,” ucap Kurdass.

“Persoalan ini juga terlalu dipolitisir, kok hanya kami yang dironrong terus menerus. Masih banyak kios dan bangunan liar jauh lebih parah, kenapa tidak dibongkar?. Sekarang saya tantang Ibu Lurah, coba tertibkan semua bangunan kios dan lapak-lapak pedagang di sekitar taman Patung Ayam. Apakah dia berani?? jadi tolong berhentimi ganggu kami, toh kami ini warga Daya juga,” pungkasnya.

Sementara Lurah Daya Nur Alam A, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, tidak ingin menanggapi. “No Coment,” singkat Nur Alam membalas Watshaap saat dikonfirmasi media ini, Kamis malam tadi.

Sebelumnya Lurah Daya Nur Alam mengatakan, bahwa bangunan warung petak-petak di depan Terminal Daya, yang tidak jauh dari Kantor Polsek Biringkanaya itu, telah melanggar dan akan segera ditertibkan. (man)