Satpol PP Tutup 5 Usaha Panti Pijat di Mallengkeri, Ini Sebabnya…

MAKASSAR, LIPUTAN8.COM — Sejumlah personil Satpol PP Kota Makassar, Rabu (19/6/2019) menindak tegas dan menutup sedikitnya lima usaha panti pijat di Jalan Mallengkeri, kelurahan Mangasa, kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Penutupan panit pijat tersebut dilakukan atas dasar laporan masyarakat setempat. Warga menilai keberadaan panti pijat diduga menyimpang dan telah melakukan praktik prostitusi dalam usaha tersebut.

Selain itu, pemilik atau pengelola usaha panti pijat tersebut, tidak mengantongi izin dan beberapa dokumen usaha lainnya.

“Kami sudah berulang kali menegur dan memperingati pemiliknya. Tapi mereka membandel, mereka tetap buka tanpa mengindahkan peringatan yang kami sampaikan. Makanya hari ini kami turun untuk menyegel dan menutup panti pijat di Mallengkeri,” kata Muflie Kabid TPHPD Satpol PP Kota Makassar di lokasi penertiban panti pijat di Mallengkeri, Rabu (19/6).

Muflie mengatakan, penutupan panti pijat di Jl Mallengkeri itu salah satu bentuk quick respon terhadap keluhan masyarakat.

“Panti pijat di Mallengkeri itu sudah lama kami pantau, dan sudh banyak aduan warga. Memang meresahkan warga. Mereka terang terangan melakukan praktik menyimpang. Pijat refleksi itu hanya kedok,” tutur Muflie yang dihubungi via handphone, Rabu kemarin.

“Jadi anggota kami di lapangan menutup panti pijat tersebut bukan tanpa alasan. Pertama diduga melalukan praktik prostitusi, kedua mereka tidak bisa memperlihatkan izin dan dokumen usahanya. Anggota kami turun menutup, untuk mencegah amukan warga yang sudah tidak nyaman dengan kehadiran panti pijat di lingkungannya,” pungkasnya. (**)