Maju Pilwalkot Makassar, Adik Ipar Gubernur NA Lirik Partai Golkar dan PKB

LIPUTAN8.COM, MAKASSAR  – Mencuatnya nama adik ipar Gubermur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah, Taufiq Fachruddin maju di Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar tahun 2020 mendatang mendapat reaksi dari partai politik.

Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, M Risman Pasingai menilai hal biasa jikaTaufiq Fachruddin membangun komunikasi dengan partai Golkar untuk mendapatkan rekomendasi usungan.

“Komunikasi politik itu biasa saja, termasuk Taufiq Fachruddin jika ingin diusung Golkar di Pilwali Makassar,” kata, M Risman Pasingai, Senin (17/6/2019).

Begitu juga dengan partai PKB menganggap hal yang wajar jika Taufiq Fahruddin berkeinginan diusung PKB.

“Politik itu komunikasi, jadi semua kandidat memiliki peluang yang sama untuk berkomunikasi, sepanjang misinya demi membangun kehidupan masyarakat,” kata ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad.

Bahkan, Taufiq Fachruddin dikabarkan telah membangun komunikasi ke beberapa figur untuk berpasangan di Pilwali Makassar, seperti mantan calon wakil Walikota Makassar periode lalu, Busrah Abdullah.

Direktut Profetik Isntitute, M.Asaratillah menilai, Taufiq Fachruddin jika berpasangan, Busrah Abdullah belum menganggap keduanya pasangan terkuat di Pilwali Makassar. Artinya, kerja-kerja politik harus terus dilakukan diantara keduanya.

‘Pertama, jika pasangan ini jadi, maka yang punya pengalaman tanding adalah pak Busrah Abdullah. Tetapi, yang jadi soal belum pernah memperoleh capaian suara yang signifikan. Artinya beliau masih perlu melakukan langkah-langkah marketing politik utuk mengupgrade popularitas dan elektabilitasnya. Apalagi 2 tahun belakangan ini, beliau seakan-akan vakum dari panggung politik Makassar,” kata M.Asaratillah

Bahkan, M.Asaratillah menilai Taufiq Fahruddin dengan jabatan pimpinan Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel, dan status adik ipar Gubermur bukan penjamin mulusnya memenangkan Pilwali Makassar mendatang.

“Sedangkan pak Taufiq, walaupun beliau memiliki kemampuan manajerial karena punya pengalaman memimpin perusahaan sebelumnya dan kini di perusda, tapu itu bukan jaminan bahwa beliau mampu membangun basis politik yang kokoh di Kota Makassar. Beliau lebih punya basis di Pangkep sebenarnya, apalagi beliau pernah bertarung di sana sebelumnya,” ungkap, M.Asaratillah

“Soal pemahaman kinerja pemerintahan, bisa jadi beliau berdua punya wawasan. Tapi cakap tidaknya seseorang dalam mengelola pemerintahan juga terkait dengan pengalaman. Nah, beliau berdua belum pernah sama sekali duduk sebagai kepala daerah ataupun wakil kepala daerah,” tutup, M.Asaratillah. (*)