Dugaan Penyalahgunaan Anggaran, Warga Pompengan Tengah Luwu Pertanyakan Realisasi Anggaran PPIP Tahun 2015

LIPUTAN8.COM, LUWU – Anggaran Program Pemberdayaan Infrastruktur Pedesaan (PPID) Tahun 2015 masih menimbulkan banyak pertanyaan pasalnya anggaran sebanyak Rp 250.000.000 tersebut diduga disalahgunakan.

Mirsan, salah satu masyarakat Pompengan Tengah, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu mengungkapkan, peruntukkan tersebut sampai saat ini belum ada titik terang atas realisasi di lapangan.

“Anggaran itu tidak jelas peruntukannya sebab sebelumnya anggaran itu turun ada musyawarah antara pemerintah Desa dan masyarakat tetapi saat anggarannya sudah ada tidak ditahu persis kemana nggaran itu diperuntukkan “kata Mirsan dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/6/2019).

Mirsan menambahkan, sebelumnya beberapa masyarakat dilibatkan dalam penggunaan anggaran itu dengan cara melaksanakan pertemuan dengan agenda memfungsikan anggaran PPID sesuai dengan keinginan dan musyawarah dari masyarakat tetapi anehnya saat anggaran telah ada tidak satupun masyarakat diajak untuk melihat realisasi anggaran itu yang tentunya tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya yang dihasilkan dari musyawarah.

“Sama sekali tidak ada kejelasan serta terkesan tertutup saat anggaran itu telah ada sampai-sampai kami sebagai masyarakat bingung melihat tata cara kepada Desa dalam penggunaan anggaran,” jelas Mirsan.

Dari anggaran tersebut kata Mirsan, hanya digunakan untuk pembuatan dua plack Duikker, serta pengerokan pembuangan air dan membenahi jalan tani yang jaraknya kurang dari 1 km.

“Kalau mau di akumulasi dari penggunaan anggaran itu tidak habis Rp 100.000.000,00 (Seratus Juta Rupiah) sehingga kami mempertanyakan kemana arah pastinya anggaran itu.Justru kami menduga ada penggelapan karena terkesan tertutup saat dilakukan pekerjaan dilapangan,” urai Mirsan.

Lebih jauh Mirsan menuturkan bahwa anggaran yang dikelolah Rustan selaku kepala Desa baik anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) apalagi yang telah berlalu seperti anggaran PPIP tahun 2015 itu selalu terkesan tertutup sebab kami selaku masyarakat tidak tahu anggaran itu di fungsikan untuk apa.

“Kami hanya minta kepada instansi yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan untuk benar-benar melihat fakta dilapangan dengan mengajak masyarakat turun langsung melihat sejauh mana peruntukan anggaran itu sekaligus melakukan audit tentang penggunaan anggaran,” jelas Mirsan.

Senada, Syarifuddin yang juga warga setempat membenarkan bahwa sebelum anggaran turun dilakukan musyawarah tentang peruntukkan anggaran tersebut agar tepat sasaran.

“Jelas sekali dari hasil musyawah itu bahwa anggaran yang sebesar Rp 250.000.000 akan di gunakan untuk pembenahan dan penggalian maupun pelebaran saluran pembuangan air. Namun kenyataannya, setelah anggaran turun, apa yang disepakati dari musyawarah tidak dilaksanakan. Masyarakat menduga ada kongkalikong dalam penggunaan anggaran,” jelas Syarifuddin.

Atas dugaan tersebut, kami meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu maupun Provinsi yang melakukan pengawasan agar tidak tutup.

” Kami minta semua pihak yang berwenang dalam pengawasan agar bisa melakukan audit atas dugaan penyelagunaan anggaran oleh Kades Pompengan Tengah,” Syarifuddin memungkasi. (**)

 

 

Penulis : Tejho
Editor    : Andi Afdal