MK Tolak Permohonan Appi-Cicu Jadi Pasangan Tunggal di Pilwalkot 2020

JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak Keseluruhan permohonan Munafri Arifuddin dan A Rahmatika Dewi Yusticia, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.,selaku kuasa hukum dengan no perkara : 14/PUU/-XVII/2019, Senin,20/04/2019

Terkait pengujian Undang – Undang no 10 tahun 2016 atas Undang – Undang No 1 Tahun 2015 tentang Perpu No 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, walikota dan bupati Menjadi Undang – Undang ( Pasal 54 ayatD ayat2 juncto ayat 3 dan ayat 4 Frasa pemilihan berikutnya.

Amar Putusan Mengadili Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya Demikian diputus dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh sembilan Hakim Konstitusi, yaitu Anwar Usman selaku Ketua merangkap Anggota, Aswanto, I Dewa Gede Palguna, Enny Nurbaningsih, Saldi Isra, Wahiduddin Adams, Suhartoyo, Manahan M.P. Sitompul, dan Arief Hidayat, masing-masing sebagai Anggota, pada hari Selasa, tanggal tujuh, bulan Mei, tahun dua ribu sembilan belas, yang diucapkan dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi terbuka untuk umum pada hari Senin, tanggal dua puluh, bulan Mei, tahun dua ribu sembilan belas, selesai diucapkan pukul 11.48 WIB, oleh sembilan Hakim Konstitusi, yaitu Anwar Usman selaku Ketua merangkap Anggota, Aswanto, I Dewa Gede Palguna, Enny Nurbaningsih, Saldi Isra, Wahiduddin Adams, Suhartoyo, Manahan M.P. Sitompul, dan Arief Hidayat, masing-masing sebagai Anggota, dengan dibantu oleh Mardian Wibowo sebagai Panitera Pengganti, dihadiri oleh Pemohon atau kuasanya, Presiden atau yang mewakili, dan Dewan Perwakilan Rakyat atau yang mewakili.

Sebelumnya Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan sengketa hasil Pilkada Kota Makassar yang diajukan oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Pilkada Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang kalah suara dari kolom kosong.

Ini kali ke dua gugatan dan permohonan munafri arifuddin (Appy) dan drg.rahmatika dewi ( cicu ) di tolak di mahkamah Konstitusi. (**)