Warga Tuding PT Makassar Tene Penyebab Air Ledeng Tidak Mengalir ke Untia

LIPUTAN8.COM — Dalam dua tahun ini, pemukiman desa nelayan kelurahan Untia kecamatan Biringkanaya, mengalami krisis air bersih. Air ledeng yang dulunya lancar, kini sudah tak mengalir lagi.

Kondisi itu bukan tanpa sebab, warga menilai pabrik gula PT Makassar Tene yang membut aliran air PAM ke pemukiman nelayan Untia terhenti.

PT Makassar Tene mengambil pasokan air yang cukup besar dari pipa induk PDAM di Kantor KIMA. Sehingg air ledeng yang seharunya mengalir ke masyarakat Untia, mereka alihkan ke Makassar Tene.

“Gara gara Makassar Tene itu. Saya tahu, karena saya pernah hadiri pertemuannya soal air bersih. Dalam rapat itu, hadir pihak PDAM, ada juga bos-bos Makassar Tene, dan perwakilan warga Untia. Kami rapat khusus soal air PAM. Salah satu yang disampaikan oleh pihak PDAM, katanya debet air sudah berkurang, susahmi air ledeng mengali di desa nelayan,” kata Jamrud warga desa nelayan Untia.

“Saya yakin gara-gara Makassar Tene, air ledeng di desa nelayan tidak mengalir. Makanya untuk mengobati kekecewaan warga, pihak PDAM subsidi kami air bersih pake mobil tangki. Tapi kan tidak sama dengan air ledeng yang mengalir ke rumah warga,” ujarnya.

Menurut Jamrud, dahulu semua warga nelayan Untia berlangganan PDAM. Setiap rumah memiliki meteran air. Namun, satu per satu meteran air di rumah-rumah warga dicabut oleh pihak PDAM.

“Iya orang PDAM datang cabut semua meteran airnya warga. Katanya, debit air kurang, susahmi air ledeng mengalir di Untia. Daripada kita membayar beban, lebih baik dicabut saja” ketusnya.

“Kami berharap Pemkot Makassar dalam hal ini pihak PDAM agar mencarikan solusinya. Kami ini warga Makassar juga, yang berhak menikmati air bersih. Kenapa dulu bisa mengalir, sekarang biar menetes juga tidak. Kenapa bisa?,” tuturnya. (Fik)